
Indobangkit.com Tuban – keterbukaan informasi publik memang salah satu syarat dalam melaksanakan atau merealisasikan anggaran yang bersumber dari pemerintah, sebab dalam pelaksanaan pengelolahan anggaran mesyarakat juga berhak mengetahui atas kegiatan yang di laksanakan oleh suatu instansi meliputi, jenis kegiataan, nominal anggaran, sumber dana, dan juga volume
Dengan adanya pasal atau pun aturan pemerintah terkait KIP (keterbukaan informasi publik) terbukti bermanfaat untuk pemerintah dan juga masyarakat dengan banyaknya aduan masyarakat terkait kekurangan, kecurangan, dan juga manipulasi pengelolahan anggaran di setiap instansj
Bentuk manfaat dari ketebukaan informasi publik sepertj yang terjadi di sekolah SMAN 1 Kerek yang beralamat di Jarorejo, Kec. Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa Timur 62356, yang mana di sekolah tersebut tahun ajaran 2024 – 2025 mendapatkan dana BOS senilai Rp 359.590.000 untuk tahap 1, dan untuk tahap 2 sedang di salurkan.
Dan yang menjadi polemik di sekolah tersebut adalah data jumlah siswa penerima dana BOS lebih banyak dari jumlah murid yang sekolah di SMAN 1 KEREK
DI SMAN 1 Kerek tahun ajaran 2024 – 2025 jumlah murid 463 siswa dan penerima dana bos 467 siswa , yang menjadi pertanyaan siapa 4 data murid penerima yang sudah di laporkan di LPJ penerima dana BOS.
DI hitung dari selisih dari jumlah murid dan jumlah penerima terlihat ada penggelembungan jumlah penerima dana BOS , dan semua itu dapat di lihat di aplikasi jaga yang memang di siapkan pemerintah agar masyarakat bisa mengetahui pengelolahan anggaran yang di berikan pemerintah di semua instansi
Dengan adanya keganjilan di data penerima BOS SMAN 1 Kerek, awak media coba menghubungi kepala sekolah sebut Sugeng Widodo PS melalui seluler guna menanyakan terkait selisih penerima BOS lebih banyak dari pada jumlah siswa
Sugeng widodo selaku pihak yang bertanggung jawab, saat di konfurmasi menyampaikan itu hanya kesalahan input dari pusat, kesalahan itu di sebabkan banyaknya murid keluar – masuk yang belum di input ulang
” Ini jawaban saya mas tolong di dengar, jita gak ada penggelembungan jumlah murid, itu semua hanya kesalahan input yang di sebabkan oleh banyaknya jumlah murid yang keluar – masuk di sekolah kita ” Jawab sugeng seraya menepis bukti penggelembungan jumlah murid pada sabtu, (13/4/25)
Curiga dengan jawaban kepala sekolah, awak media berencana akan datang ke Cabang Dinas kabupaten Tuban untuk koordinasi sekaligus menyampaikan adanya penggelembungan jumlah murid yang menerima dana BOS yang di temukan di LPJ di aplikasi JAGA
Ketua paguyuban wartawan independent jatim, dan juga aktifis yang getol soroti kinerja pemerintahan , Gugus suprianto (Boncu) terkait temuan di SMAN 1 KEREK akan lakukan penelusuran lebih lanjut, untuk mencari jawaban penggelembungan siswa penerima dana BOS dan juga akan ungkap iuran bulanan yang masih di berlakukan di sekolah tersebut
” saya tidak akan berhenti sampai di sini, saya akan terus menelusuri terkait selisi penerima dana BOS di SMAN 1 kerek , serta kita akan ungkap kejahatan sekolah yang masih lakukan pungli ” Ungkap pria dengan ciri kepala pelontos pada sabtu, (13/4/25)
GUgus suprianto (boncu) juga menambahkan jika dalam penelusuran nanti terbukti di temukan kecurangan baik manipulasi , mark up jumlah murid penerima dan juga pungli, maka dirinya sebagai warga negara indonesia akan layangkan aduan masyarakat (Dumas) ke APH dan juga gandeng LSM untuk melaporkannya agar di lakukan penindakan, sebab sekarang sudah di siapkan aplikasi ” LAPOR MAS WAPRES ” yang tujuan untuk menampung dan mendengarkan suara rakyat . (Bnc)
Tidak ada komentar