
Indobangkit.com Tuban,
SMAN 5 Tuban kembali menegaskan komitmennya sebagai sekolah negeri yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran sosial dan budaya yang kuat. Dalam momen Hari Kartini tahun ini, sekolah mengusung tema “Perempuan Berdaya, Indonesia Maju” sebagai panggilan untuk menumbuhkan keberanian berpikir dan bertindak, terutama di kalangan pelajar perempuan.
Kegiatan diisi dengan lomba pidato, diskusi reflektif, serta penampilan seni yang seluruhnya diinisiasi oleh siswa. Kepala Sekolah Abdul Aziz menyampaikan bahwa Kartini bukan hanya simbol emansipasi, tetapi juga representasi dari semangat belajar tanpa batas. “Kami ingin siswa melihat Kartini bukan dari kebaya, tapi dari keberaniannya menulis dan berpikir melampaui zamannya. Semangat itulah yang kami bangun di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Di sisi lain, menyambut tahun ajaran baru 2025/2026, SMAN 5 Tuban membuka proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan prinsip transparansi dan keadilan. Abdul Aziz menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk tidak membebani wali murid dengan pungutan yang tidak semestinya.
“PPDB harus menjadi pintu masuk yang adil. Tidak ada biaya tersembunyi, tidak ada praktik yang membingungkan wali murid. Kami ingin pendidikan negeri benar-benar bisa diakses semua kalangan,” tegasnya.
Dikenal dengan suasana akademik yang kondusif dan berorientasi pada prestasi, SMAN 5 Tuban terus mendorong siswa untuk berkembang dalam berbagai bidang, baik sains, seni, maupun kepemimpinan. Fasilitas sekolah yang terus ditingkatkan dan dukungan guru profesional menjadi fondasi dalam mencetak lulusan berkarakter dan siap bersaing di jenjang selanjutnya.
“Sekolah ini adalah tempat tumbuhnya karakter dan prestasi. Dan keduanya kami bangun tidak dengan tekanan, tapi dengan kepercayaan dan ruang berekspresi,” tutup Abdul Aziz.(bnc)
Tidak ada komentar