
Indobangkit.com Gresik, – Pemerintah Desa Banyutengah, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, memastikan bahwa alokasi dana penyertaan modal desa tahun anggaran 2023 hingga 2025 sebesar Rp50–55 juta per tahun telah berjalan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku. Total anggaran senilai lebih dari Rp150 juta tersebut, menurut sumber internal desa, diarahkan untuk penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan peningkatan ekonomi produktif warga.
Kepala Desa Banyutengah, Fadloli, melalui staf pelayanan desa menyampaikan bahwa seluruh kegiatan penyertaan modal telah memiliki perjanjian kerja sama dan laporan kegiatan, yang saat ini sedang dalam proses finalisasi untuk kemudian disampaikan secara terbuka kepada publik melalui forum resmi desa.
“Pemerintah desa tidak pernah menutup-nutupi. Memang ada keterlambatan administrasi, tapi semua akan kami buka setelah rampung audit internal dan musyawarah desa,” ujar salah satu perangkat desa yang tak ingin disebutkan namanya.
Terkait kabar simpang siur soal ketiadaan papan informasi atau laporan realisasi, ia menjelaskan bahwa sistem pengarsipan berbasis digital saat ini masih dalam pengembangan, sehingga beberapa informasi belum dipublikasikan secara optimal. Namun pihaknya memastikan tidak ada unsur penyalahgunaan atau penyelewengan dana.
Fadloli juga menepis isu miring yang sempat mencuat di media sosial tentang persoalan mobil siaga. Menurutnya, insiden tersebut telah selesai secara kekeluargaan, dan pihak desa telah memperbarui sistem layanan darurat untuk warga yang membutuhkan transportasi medis.
Mengacu pada Permendagri No. 20 Tahun 2018, Pemerintah Desa Banyutengah menyatakan siap membuka semua dokumen pertanggungjawaban dana penyertaan modal kepada publik jika diminta secara resmi melalui mekanisme Keterbukaan Informasi Publik.
“Desa Banyutengah tetap berkomitmen pada prinsip transparansi dan akuntabilitas. Kami tidak alergi audit. Silakan aparat atau lembaga terkait melakukan verifikasi kapan pun,” tegas perangkat desa tersebut.
Suasana Desa Banyutengah saat ini tetap kondusif. Aktivitas pelayanan publik berjalan normal, dan warga tetap mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan dan partisipatif. Pemerintah desa berharap tidak ada penggiringan opini yang dapat merusak tatanan sosial dan stabilitas di tingkat akar rumput. (Bnc)
Tidak ada komentar