RSUD dr. Iskak Tulungagung Tambah 50 Mesin Hemodialisis, Jawab Lonjakan Pasien Cuci DarahTulungagung

waktu baca 2 menit
Jumat, 20 Feb 2026 06:56 0 37 Mei Swandini

Indobangkit.com Tulungagung – RSUD dr. Iskak Tulungagung berencana melakukan penambahan mesin hemodialisis secara signifikan guna menjawab tingginya kebutuhan layanan cuci darah di Kabupaten Tulungagung dan wilayah sekitarnya.
Langkah strategis ini diambil manajemen rumah sakit menyusul lonjakan pasien penyakit ginjal yang membutuhkan terapi rutin.

Direktur RSUD dr. Iskak, dr. Zuhrotul Aini, menyampaikan bahwa kapasitas yang tersedia saat ini belum sebanding dengan jumlah pasien yang harus dilayani setiap hari.
Kapasitas Terbatas, Antrean Panjang
Saat ini RSUD dr. Iskak memiliki 35 unit mesin hemodialisis. Namun jumlah tersebut harus melayani sekitar 100 pasien per hari. Dengan durasi terapi mencapai empat hingga lima jam per pasien, kondisi ini menyebabkan antrean panjang dan beban layanan yang cukup tinggi.


Di Kabupaten Tulungagung sendiri, layanan hemodialisis hanya tersedia di tiga rumah sakit, yakni RSUD dr. Iskak, RS Bhayangkara, dan RSI. Keterbatasan fasilitas tersebut membuat RSUD dr. Iskak menjadi salah satu tumpuan utama masyarakat.


“Kebutuhan terus meningkat, sementara kapasitas masih terbatas. Karena itu penambahan mesin menjadi prioritas,” ungkap dr. Zuhrotul Aini.
Tambahan 45–50 Unit Mesin Baru
Sebagai solusi konkret, manajemen rumah sakit merencanakan penambahan sekitar 45 hingga 50 unit mesin hemodialisis. Jika terealisasi, kapasitas layanan akan meningkat drastis dan diharapkan mampu memangkas waktu tunggu pasien.
Namun pengadaan mesin bukan satu-satunya langkah. Pihak rumah sakit juga menyiapkan penyesuaian infrastruktur, termasuk pembangunan ruang layanan baru yang representatif dan sesuai standar medis.


Langkah ini menjadi bagian dari komitmen RSUD dr. Iskak dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Tulungagung dan daerah penyangga.


Siapkan SDM Terlatih
Selain infrastruktur dan peralatan, kesiapan sumber daya manusia menjadi perhatian utama. Saat ini sebanyak 17 perawat telah mendaftar untuk mengikuti pelatihan khusus hemodialisis.
Pelatihan tersebut bertujuan memastikan setiap unit mesin dioperasikan oleh tenaga medis yang kompeten dan profesional, sehingga pelayanan tetap aman, efektif, dan berkualitas.
Layanan hemodialisis di RSUD dr. Iskak tidak hanya melayani warga Tulungagung, tetapi juga pasien rujukan dari daerah sekitar. Dengan rencana ekspansi ini, diharapkan kebutuhan layanan cuci darah dapat terpenuhi lebih optimal dan berkelanjutan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA