
Kunjang, Indobangkit.com – 12 Maret 2026 – Upaya mengenalkan potensi lokal sekaligus mempererat kebersamaan terus dilakukan SMPN 1 Kunjang. Melalui kegiatan bertajuk Aksi Talibuyu di Halaman Sekolah, ratusan murid bersama guru turun langsung menanam lidah buaya di lingkungan sekolah.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, yakni pada 1 dan 2 Maret 2026, diikuti oleh seluruh siswa kelas 7, 8, dan 9. Tak sekadar menanam, kegiatan ini menjadi sarana edukasi sekaligus pengalaman nyata bagi siswa dalam mengenal kekayaan lokal daerah mereka.
Seluruh warga sekolah tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Dengan pendampingan dari guru dan dukungan dari PT Keong Nusantara Abadi, siswa mendapatkan bimbingan mulai dari penataan lahan, teknik penanaman, hingga perawatan tanaman lidah buaya agar dapat tumbuh optimal.
Menariknya, dalam kegiatan ini para siswa juga mengenakan kostum khas petani, seperti topi caping dan pakaian kerja lapangan, yang menambah semarak suasana sekaligus memperkuat nuansa lokal. Kebersamaan pun terlihat jelas, meski kegiatan dilaksanakan di tengah bulan Ramadan.
“Jaraknya harus pas, supaya nanti tanamannya tidak saling berhimpitan,” ujar salah satu siswa saat praktik berlangsung.
Pemilihan tanaman lidah buaya bukan tanpa alasan. Tanaman ini dikenal sebagai salah satu ciri khas daerah Kunjang dan memiliki banyak manfaat, mulai dari kebutuhan sehari-hari hingga potensi ekonomi. Melalui kegiatan ini, siswa juga mendapatkan wawasan tentang pengolahan lidah buaya menjadi produk bernilai guna.
Kepala SMPN 1 Kunjang, Ibu Kristien Endah Riawati, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal bagi siswa untuk lebih mencintai lingkungan sekaligus mengenali potensi daerahnya.
“Semoga kegiatan ini mampu menumbuhkan kesadaran siswa akan pentingnya menjaga lingkungan dan memanfaatkan kekayaan lokal yang ada,” ujarnya.
Dengan adanya Aksi Talibuyu ini, SMPN 1 Kunjang tidak hanya menanam tanaman, tetapi juga menanam nilai kebersamaan, kepedulian lingkungan, dan kebanggaan terhadap kearifan lokal.
Tidak ada komentar