
Indobangkit.com Sampang – Penutupan TMMD ke-129 di halaman Masjid Ka’bah, Desa Taman, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, Kamis (13/8/2026), menjadi akhir dari rangkaian pengabdian selama hampir satu bulan. Namun bagi warga, kehadiran prajurit TNI meninggalkan cerita yang jauh lebih panjang: tentang kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian.
Sejak 15 Juli 2026, prajurit TNI bersama masyarakat bekerja bahu-membahu melalui tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa.” Upacara penutupan berlangsung khidmat dan hangat, diikuti sekitar 320 peserta. Hadir Kasiter Kasrem 084/Bhaskara Jaya Letkol Inf Andi Tirtawansyah, S.I.P., mewakili Danrem 084/Bhaskara Jaya Brigjen TNI Kohir, jajaran TNI, Forkopimda Sampang, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga.
Inspektur Upacara Kolonel (Mar) Kurniawan Basuki Cahyono Putro membacakan amanat Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin. Pangdam menegaskan, keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari pembangunan yang selesai, tetapi juga dari semakin eratnya kemanunggalan TNI dan rakyat. Karena itu, seluruh hasil TMMD diharapkan dirawat dan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat.
Di Desa Panyepen dan Desa Taman, pengabdian itu hadir dalam bentuk nyata. Rehabilitasi rumah tidak layak huni, sumur bor, rabat cor jalan, fasilitas kesehatan, pengobatan gratis, penyuluhan, bantuan sembako, hingga berbagai pembinaan masyarakat menjadi bagian dari upaya membantu meningkatkan kesejahteraan warga.
Kasiter Kasrem 084/Bhaskara Jaya Letkol Inf Andi Tirtawansyah, S.I.P., mengatakan penutupan TMMD bukan berarti berakhirnya manfaat yang telah dibangun bersama. “Harapannya, semua hasil TMMD dijaga dan dimanfaatkan dengan baik. Yang paling penting, semangat gotong royong dan kebersamaan tetap hidup setelah prajurit kembali ke satuan,” ujarnya.
Kesan mendalam juga disampaikan Camat Jrengik Khoirul Anam, S.Pd., M.M. Dengan pepatah Madura, “Etamui oreng Rajeh bakal Bejreh,” ia menggambarkan kehadiran prajurit sebagai berkah bagi masyarakat. “Yang ditutup adalah kegiatannya, bukan persaudaraannya. Yang selesai adalah masa tugasnya, bukan pengabdiannya,” ungkapnya.
Usai upacara, rombongan meninjau sejumlah hasil TMMD, termasuk stand UMKM, menyerahkan bantuan sembako, serta melihat rumah Ibu Sulikah, sumur bor, Puskesmas Pembantu Dusun Ba’batoh, dan rabat cor jalan Desa Panyepen. Semua itu menjadi bukti bahwa pembangunan bukan sekadar angka dalam laporan, tetapi hadir dalam kehidupan sehari-hari warga.
TMMD ke-129 resmi berakhir, tetapi semangat pengabdiannya diharapkan terus tumbuh. Sebab, yang paling berharga bukan hanya jalan yang dibangun atau rumah yang diperbaiki, melainkan persaudaraan yang terjalin dan keyakinan bahwa TNI dan rakyat akan selalu berjalan bersama membangun negeri dari desa.
(Penrem 084/BJ)
Tidak ada komentar