Dari Gelap Jerit Malam hingga Hangat Api Unggun, RISE Program Ajarkan Arti Kebersamaan.

waktu baca 3 menit
Selasa, 1 Sep 2026 06:32 0 9 Mei Swandini

Indobangkit.com Surabaya – Malam semakin larut ketika langkah para peserta RISE Program perlahan menembus gelap. Tak ada gemerlap lampu, hanya suara langkah kaki, napas yang mulai berat, dan sesekali suara rekan yang saling menguatkan. Di tengah suasana itulah keberanian, ketenangan dan kebersamaan diuji.

Bagi peserta Resilience, Integrity and Synergy Enhancement Program (RISE Program) Refreshment Pembentukan Karakter Band 4 PT Petrokimia Gresik, jerit malam bukan sekadar rangkaian kegiatan penutup. Gelap justru menjadi ruang belajar yang menghadirkan pengalaman berbeda: bahwa dalam menghadapi tantangan, seseorang tidak hanya membutuhkan keberanian untuk melangkah, tetapi juga kepedulian untuk memastikan orang lain tetap berjalan bersamanya.

Kegiatan yang berlangsung di Makorem 084/Bhaskara Jaya, Surabaya, tersebut dilaksanakan dalam tiga batch dengan total 485 peserta. Batch pertama diikuti 162 peserta pada 16–19 Juli 2026, batch kedua sebanyak 162 peserta pada 30 Juli–2 Agustus 2026, sedangkan batch ketiga diikuti 161 peserta pada 27–30 Agustus 2026.

Selama mengikuti program, para peserta tidak hanya ditempa melalui aktivitas fisik. Mereka diajak memahami arti disiplin, kepemimpinan, wawasan kebangsaan, integritas dan sinergi. Setiap materi dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang dapat dibawa kembali ke lingkungan kerja, bukan berhenti sebagai pengalaman selama berada di Makorem.

Di bawah pimpinan Danrem 084/Bhaskara Jaya Brigjen TNI Kohir, pembentukan karakter dikemas melalui pengalaman yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Peraturan Baris-Berbaris (PBB), misalnya, tidak hanya mengajarkan ketepatan gerakan dan keseragaman langkah, tetapi juga menanamkan disiplin, kepatuhan terhadap aturan dan kemampuan menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.

Dari setiap tahapan, peserta juga diajak melihat kembali makna seorang pemimpin. Pemimpin bukan semata-mata orang yang berada paling depan, melainkan mereka yang berani mengambil keputusan, mau mendengar, bertanggung jawab atas pilihan dan mampu memastikan tidak ada anggota tim yang ditinggalkan. Di sisi lain, kebersamaan tumbuh dari hal sederhana: saling percaya, saling peduli dan saling menguatkan ketika salah satu mulai kehilangan tenaga.

Wakil Kasrem 084/BJ Kolonel Inf Nico Reza H. Dipura bersama Danlat Kasiops Korem 084/BJ Kolonel Inf Agus Al Fauzi turut mengawal pelaksanaan program agar seluruh rangkaian berjalan sesuai sasaran. Pendekatan yang diberikan tidak semata-mata membangun ketahanan fisik, tetapi juga menyentuh aspek mental dan karakter sebagai fondasi dalam membangun pribadi serta tim kerja yang tangguh.

Puncaknya berlangsung pada malam terakhir melalui kegiatan jerit malam. Dalam gelap, peserta dihadapkan pada tantangan yang menuntut keberanian, konsentrasi dan kekompakan. Rasa lelah dan tegang bercampur dengan semangat untuk menyelesaikan setiap tahapan. Namun, justru dalam kondisi tersebut terlihat nilai yang paling sederhana sekaligus penting: ketika satu orang membutuhkan bantuan, yang lain hadir untuk menguatkan.

Usai melewati jerit malam, suasana berubah ketika api unggun dinyalakan. Cahaya api memecah gelap dan menghadirkan kehangatan setelah perjalanan panjang. Di sekelilingnya, peserta berkumpul, berbagi cerita dan menikmati rasa lega karena telah melewati seluruh proses bersama. Api unggun seolah menjadi simbol bahwa setiap kesulitan akan terasa lebih ringan ketika dihadapi dengan kebersamaan.

Melalui RISE Program sebagai bagian dari Kegiatan Teritorial Korem 084/Bhaskara Jaya bersama PT Petrokimia Gresik, proses pembentukan karakter diharapkan tidak berhenti ketika para peserta meninggalkan Makorem. Sebab disiplin bukan hanya tentang berdiri tegap dalam barisan, kepemimpinan bukan sekadar memberi arahan, dan kebersamaan bukan hanya tentang berjalan dalam satu langkah. Lebih jauh, karakter tumbuh dari keberanian untuk bertanggung jawab, integritas dalam menjalankan amanah dan kesediaan untuk tetap saling menguatkan ketika perjalanan tidak selalu mudah.

(Penrem 084)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA