
Indobangkit.com SIDOARJO – Kepedulian terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak terus menjadi perhatian bersama. Sebagai bentuk dukungan terhadap upaya percepatan penanganan stunting di wilayah binaan, Babinsa Koramil 0816/11 Tarik, Sertu Gatot Wahyudi, melaksanakan pendampingan kegiatan Posyandu sekaligus pemantauan terhadap kondisi kesehatan dan perkembangan balita di Desa Tarik, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo.
Kegiatan pendampingan tersebut merupakan salah satu wujud kepedulian Babinsa terhadap kesehatan masyarakat, khususnya ibu dan anak. Kehadiran Babinsa di tengah kegiatan Posyandu juga menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi yang erat dengan kader kesehatan, perangkat desa, tenaga kesehatan, serta masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Sertu Gatot Wahyudi turut membantu dan mendampingi pelaksanaan pelayanan Posyandu, mulai dari pemantauan kondisi balita, penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pemantauan perkembangan anak, hingga penyampaian edukasi kepada orang tua mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi anak.
Menurutnya, kegiatan Posyandu memiliki peran penting sebagai sarana deteksi dini terhadap berbagai permasalahan kesehatan dan tumbuh kembang anak. Dengan pemeriksaan yang dilakukan secara rutin, kondisi anak dapat dipantau sejak dini sehingga apabila ditemukan adanya indikasi gangguan pertumbuhan, dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak terkait.
Sertu Gatot Wahyudi mengatakan bahwa penanganan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk keluarga dan lingkungan masyarakat.
“Pendampingan Posyandu merupakan bentuk kepedulian kami sebagai Babinsa terhadap kesehatan masyarakat di wilayah binaan. Anak-anak merupakan generasi penerus yang harus mendapatkan perhatian sejak usia dini, terutama dalam hal kesehatan, asupan gizi, serta tumbuh kembangnya,” ujar Sertu Gatot Wahyudi.
Ia menambahkan, peran orang tua sangat penting dalam mencegah terjadinya stunting. Pemenuhan makanan bergizi dan seimbang, pola hidup bersih dan sehat, pemberian ASI dan makanan pendamping sesuai usia, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala perlu menjadi perhatian bersama.
“Kami mengajak para orang tua agar tidak ragu memanfaatkan pelayanan Posyandu secara rutin. Dengan aktif datang ke Posyandu, perkembangan berat badan, tinggi badan, serta kondisi kesehatan anak dapat diketahui secara berkala. Jika ada persoalan, penanganannya juga bisa dilakukan lebih cepat,” jelasnya.
Selain memberikan perhatian terhadap balita, pendampingan juga menjadi kesempatan bagi Babinsa untuk berkomunikasi secara langsung dengan para kader Posyandu dan masyarakat. Interaksi tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan anak secara sehat.
Sertu Gatot Wahyudi menegaskan bahwa pencegahan stunting harus dilakukan secara berkelanjutan dan dimulai dari lingkungan keluarga. Kesadaran orang tua untuk memperhatikan kebutuhan gizi dan kesehatan anak menjadi salah satu kunci penting dalam mendukung tumbuh kembang yang optimal.
“Kami berharap kegiatan Posyandu dapat terus berjalan secara aktif dan mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat. Babinsa siap membantu sesuai kapasitas dan tugas kewilayahan, sekaligus mendorong masyarakat agar semakin peduli terhadap kesehatan keluarga,” tuturnya.
Melalui pendampingan tersebut, diharapkan terjalin kolaborasi yang semakin kuat antara TNI, pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan masyarakat dalam mendukung program kesehatan, khususnya upaya pencegahan dan penanganan stunting.
Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat juga diharapkan mampu memberikan motivasi kepada keluarga untuk lebih memperhatikan kesehatan anak sejak dini. Dengan kepedulian, pemantauan rutin, pemenuhan gizi yang baik, serta kerja sama seluruh pihak, tumbuh kembang anak dapat terjaga sehingga mereka dapat tumbuh sehat, aktif, dan menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas.
Semoga rilis ini bisa langsung digunakan untuk Pendim/Kodim 0816/Sidoarjo, dan bila ingin saya bisa buatkan juga versi lebih tegas ala rilis TNI, atau
pendapat Sertu Gatot dibuat lebih panjang dan lebih menyentuh masyarakat.
Tidak ada komentar