
Indobangkit.com PONOROGO – Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A. kawal kunker Presiden RI H. Prabowo Subianto dalam rangka Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) di Desa Gontor, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026). Kehadiran Pangdam V/Brawijaya beserta seluruh jajaran Kodam V Brawijaya mencerminkan komitmen kokoh TNI Angkatan Darat dalam mengawal agenda strategis kenegaraan serta memelihara stabilitas pertahanan dan keamanan wilayah Jawa Timur.
Presiden RI beserta rombongan mendarat di helipad Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor. Setibanya di lokasi pendaratan, Pangdam V/Brawijaya bersama Kapolda Jawa Timur, Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto, serta jajaran Forkopimda Jawa Timur menyambut langsung kedatangan Kepala Negara sebelum bergeser melalui jalur darat menuju Kantor Pimpinan PMDG.
Sebagai penanggung jawab pengamanan kewilayahan di Jawa Timur, Pangdam V/Brawijaya memastikan kesiapan seluruh personel pengamanan VVIP tergelar secara profesional, terpadu, dan berdisiplin tinggi. Sinergi intensif dilakukan jajaran Kodam V/Brawijaya bersama Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), Polri, satuan kewilayahan Korem 081/Dhirotsahajaya, serta Kodim 0802/Ponorogo guna menjamin seluruh rangkaian kunjungan Presiden RI dan kehadiran tamu kehormatan dari dalam maupun luar negeri berjalan aman tanpa hambatan.
Pangdam V/Brawijaya mendampingi Presiden Prabowo Subianto menuju Balai Pertemuan Pondok Modern untuk mengikuti puncak resepsi peringatan satu abad berdirinya PMDG. Acara akbar yang dihadiri sekitar 8.700 peserta tersebut dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne PMDG, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, penyerahan buku sejarah seabad Gontor, serta mushaf Al-Qur’an secara simbolis kepada Kepala Negara.
Pimpinan PMDG K.H. Hasan Abdullah Sahal dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas kehadiran Presiden RI beserta jajaran pimpinan TNI-Polri. Beliau menegaskan bahwa sinergisitas antara umara, ulama, dan militer merupakan fondasi kebangsaan yang sangat esensial dalam mencetak kader penerus bangsa yang berwawasan luas, berakhlak mulia, dan memiliki kesetiaan penuh kepada kedaulatan tanah air.
Memasuki agenda kegiatan kedua, Pangdam V/Brawijaya turut menyaksikan prosesi peresmian fasilitas strategis penunjang pendidikan, yakni Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) Gontor dan Gedung Fakultas Kedokteran UNIDA Gontor oleh Presiden RI. Langkah modernisasi fasilitas pendidikan dan kesehatan ini dinilai sejalan dengan visi pembinaan teritorial Kodam V/Brawijaya dalam mendukung akselerasi pembangunan sumber daya manusia unggul di daerah.
Dalam amanatnya di hadapan ribuan santri, kiai, pejabat negara, serta perwira tinggi TNI-Polri, Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya kedisiplinan dan keberanian membenahi diri demi menjaga kedaulatan pertahanan bangsa agar tidak mudah diintimidasi oleh kekuatan asing.
“Kita berharap semua institusi seperti ini menjadi tempat disiplin, kita harus disiplin. Bangsa yang lemah akan diinjak-injak dan ditindas oleh bangsa lain, sehingga kita harus berani melihat kelemahan diri sendiri untuk terus membenahi. Jika negara kita kuat, kita akan mampu berdikari dan membantu bangsa lain,” tegas Presiden RI.
Kepala Negara juga menegaskan pentingnya implementasi Panca Jiwa pondok yang selaras dengan nilai-nilai keprajuritan, yaitu keikhlasan, kesederhanaan, berdikari, ukhuwah islamiah, dan kebebasan. Presiden menambahkan bahwa pencapaian swasembada pangan serta ketahanan energi nasional merupakan pilar vital ketahanan semesta yang harus dijaga bersama oleh seluruh komponen bangsa, termasuk jajaran TNI dan elemen pesantren.
Keberhasilan pengamanan dalam agenda kenegaraan ini menegaskan dedikasi Kodam V/Brawijaya dalam menjaga stabilitas keamanan serta memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat. Diharapkan peringatan satu abad Pondok Modern Darussalam Gontor ini terus menjadi inspirasi penguatan karakter generasi muda berjiwa ksatria, tangguh, dan berintegritas tinggi demi mewujudkan kedaulatan serta kejayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Tidak ada komentar