Panen Raya Padi Unggul Lokal Ngawi, Danrem Untoro Puji Produktivitas

waktu baca 2 menit
Selasa, 13 Okt 2026 11:43 0 5 Mei Swandini

Indobangkit.com Ngawi – Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto mengapresiasi hasil panen varietas padi unggul lokal Ngawi yang ditanam di areal persawahan Desa Sukowiyono, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi. Berdasarkan hasil uji coba, varietas baru tersebut mampu menghasilkan produktivitas lebih tinggi dibandingkan varietas yang selama ini biasa digunakan oleh petani.

“Dari uji coba yang kedua ini, alhamdulillah hasilnya cukup menggembirakan. Varietas baru ini satu hektarenya mampu menghasilkan 10,6 ton, sedangkan varietas lain yang biasa ditanam petani hanya sekitar 9,4 ton,” ungkapnya usai mengikuti panen raya di areal persawahan tersebut, Selasa (13/10/2026).

Menurut dia, capaian tersebut menjadi bukti bahwa inovasi di bidang pertanian memiliki peluang besar untuk meningkatkan produktivitas hasil panen.

Ia berharap, hasil positif dari uji coba tersebut dapat terus ditingkatkan sehingga dapat menjadi referensi bagi petani lainnya dalam meningkatkan hasil produksi pertanian.

“Harapannya, varietas ini bisa terus dikembangkan apabila hasilnya konsisten dan sesuai dengan kondisi lahan serta kebutuhan petani. Dengan begitu, produktivitas pertanian dapat meningkat dan kesejahteraan petani juga semakin baik,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menegaskan bahwa capaian tersebut semakin memperkuat posisi Kabupaten Ngawi sebagai daerah dengan produktivitas padi tertinggi di tingkat nasional selama tiga tahun berturut-turut.

“Kabupaten Ngawi telah menjadi kabupaten dengan produktivitas padi tertinggi nasional selama tiga tahun berturut-turut. Wilayah ini juga memiliki jumlah sumur dalam sawah terbanyak di Indonesia, yang mencapai 22.000 titik,” terangnya.

Selain itu, Ngawi juga memiliki belasan ribu titik jaringan listrik yang menjangkau area persawahan. Menurutnya, jumlah tersebut yang terbesar di Indonesia dan mendukung pengembangan sektor pertanian di wilayahnya.

“Begitu pula dengan aliran listrik yang masuk ke sawah, jumlahnya sekitar 17.000 titik dan menjadi yang terbesar juga di Indonesia,” sebutnya.

Namun, ia tetap mengingatkan pentingnya penerapan pertanian ramah lingkungan secara berkelanjutan. Menurutnya, peningkatan hasil panen harus diimbangi dengan upaya menjaga kesuburan tanah agar produktivitas pertanian dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

“Penggunaan pupuk kimia sintetis secara terus-menerus dapat mengurangi keseimbangan unsur hara dan melemahkan daya dukung tanah. Oleh karena itu, Ngawi mewajibkan penerapan pertanian ramah lingkungan berkelanjutan untuk menjaga kesuburan tanah,” jelasnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA