Babinsa Buduran Latih PBB Siswa Ponpes Wahid Hasyim, Tanamkan Disiplin dan Jiwa Kebersamaan

waktu baca 4 menit
Rabu, 21 Okt 2026 03:26 0 8 Mei Swandini

Indobangkit.com SIDOARJO – Upaya membentuk generasi muda yang disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki semangat kebersamaan terus dilakukan melalui pembinaan teritorial di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Salah satunya diwujudkan Babinsa Koramil 0816/03 Buduran, Peltu Haries, melalui kegiatan pelatihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) bagi siswa-siswi Pondok Pesantren Wahid Hasyim di Desa Siwalanpanji, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo. Selasa, 20 Oktober 2026.

Kegiatan pelatihan PBB ini menjadi bagian dari pembinaan karakter generasi muda, khususnya dalam menanamkan kedisiplinan, kepatuhan terhadap aturan, rasa tanggung jawab, serta kemampuan bekerja sama dalam kelompok. Melalui latihan yang dilakukan secara terarah, para santri diharapkan tidak hanya memahami teknik dasar baris-berbaris, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai positif tersebut dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan pesantren, sekolah, maupun masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, Peltu Haries memberikan arahan dan bimbingan mengenai dasar-dasar PBB, mulai dari sikap sempurna, sikap istirahat, penghormatan, hingga gerakan di tempat dan gerakan berjalan. Setiap gerakan diperagakan dengan memperhatikan ketepatan aba-aba, keseragaman langkah, sikap tubuh, serta konsentrasi peserta.

Para siswa-siswi mengikuti latihan dengan penuh semangat. Melalui pengulangan gerakan dan pemberian instruksi secara bertahap, mereka dilatih untuk meningkatkan ketelitian, mendengarkan arahan dengan baik, serta melaksanakan setiap perintah secara serentak dan teratur.

Babinsa Koramil 0816/03 Buduran, Peltu Haries, menyampaikan bahwa pelatihan PBB bukan sekadar mengajarkan keterampilan baris-berbaris, melainkan juga menjadi sarana pendidikan karakter yang memiliki manfaat penting bagi perkembangan generasi muda.

Menurutnya, disiplin merupakan salah satu fondasi utama dalam membentuk pribadi yang tangguh dan berintegritas. Kebiasaan mematuhi aturan, menghargai waktu, serta melaksanakan tanggung jawab dengan sungguh-sungguh perlu ditanamkan sejak dini agar menjadi bagian dari karakter para pelajar. “Melalui pelatihan PBB ini, kami ingin menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan kebersamaan kepada para siswa-siswi. Setiap gerakan memiliki makna pembelajaran, mulai dari mendengarkan instruksi dengan saksama, mematuhi aba-aba, menjaga kekompakan, hingga menyelesaikan latihan dengan penuh kesungguhan. Nilai-nilai tersebut sangat penting untuk membentuk generasi muda yang tertib, mandiri, dan memiliki karakter positif,” ungkap Peltu Haries.

Ia menambahkan, keberhasilan dalam latihan baris-berbaris tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh kesediaan setiap peserta untuk bekerja sama dan menjaga keselarasan dengan anggota kelompok lainnya. Ketika seluruh peserta mampu bergerak secara serempak, hal itu mencerminkan adanya koordinasi, kepatuhan, dan rasa tanggung jawab bersama. “Dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak bisa berjalan hanya dengan mengandalkan kemampuan diri sendiri. Diperlukan sikap saling menghargai, kemampuan bekerja sama, serta kesediaan mengikuti aturan yang telah disepakati. Karena itu, melalui latihan ini, kami berharap para santri dapat memahami bahwa kedisiplinan dan kekompakan merupakan bekal penting untuk meraih keberhasilan, baik dalam pendidikan maupun ketika kelak terjun ke tengah masyarakat,” tambahnya.

Peltu Haries juga menekankan pentingnya membangun mental yang kuat dan sikap pantang menyerah di kalangan pelajar. Menurutnya, proses belajar membutuhkan kesabaran, ketekunan, dan kemauan untuk terus memperbaiki diri. Kesalahan dalam melakukan gerakan hendaknya dijadikan bahan evaluasi agar peserta dapat berlatih lebih baik dan mencapai hasil yang optimal.

Ia berharap kegiatan pembinaan seperti ini dapat memberikan pengalaman positif bagi siswa-siswi Pondok Pesantren Wahid Hasyim. Selain meningkatkan pemahaman tentang PBB, kegiatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan rasa percaya diri, semangat kebersamaan, serta sikap menghormati guru, orang tua, dan sesama.

Lebih lanjut, Peltu Haries menegaskan bahwa pembinaan generasi muda merupakan bagian penting dari upaya membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Sinergi antara TNI, lembaga pendidikan, dan lingkungan keluarga diperlukan agar nilai-nilai disiplin, nasionalisme, serta tanggung jawab dapat tumbuh secara berkelanjutan.

Kehadiran Babinsa di lingkungan pesantren juga menjadi wujud kedekatan TNI dengan masyarakat, khususnya dalam mendukung kegiatan pendidikan dan pembentukan karakter generasi penerus bangsa. Melalui pendekatan yang edukatif dan humanis, Babinsa diharapkan dapat menjadi mitra bagi lembaga pendidikan dalam menanamkan nilai-nilai positif kepada para pelajar.

Dengan adanya pelatihan PBB tersebut, para siswa-siswi Pondok Pesantren Wahid Hasyim diharapkan semakin memahami arti penting kedisiplinan, kekompakan, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Semangat latihan yang dibangun di lapangan diharapkan dapat terbawa ke ruang belajar dan lingkungan masyarakat, sehingga melahirkan generasi muda yang berkarakter, berprestasi, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara.

Melalui kegiatan pembinaan teritorial yang berorientasi pada pendidikan karakter ini, Koramil 0816/03 Buduran terus mendukung terciptanya generasi muda yang disiplin, berakhlak baik, dan memiliki semangat kebangsaan sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA