Mojokerto Jawa Timur Indobangkit.com – Kasi Humas Polres Mojokerto Kota Ipda Slamet Haryono menyebutkan, banjir terjadi dan air mulai mengalir dan menggenangi permukiman penduduk hari senin sekitar pukul 22.00 WIB. Dan juga dari wawancara awak media Indobangkit yang berada di lokasi kepada salah satu warga Dusun Klanting Bpk Malikin tanda tanda banjir sudah mulai terlihat sejak sore hari sekitar jam 17:00 wib dan puncaknya sekitar jam 22:00 wib air sudah mulai menggenagi rumah warga.
Ini lantaran hujan dengan itensitas tinggi mengguyur wilayah Mojokerto sejak sore hari sekitar jam 14:30 sampai dengan malam hari.
Sebanyak 50 rumah warga dilaporkan terdampak banjir. Semalam, ketinggian banjir sempat mencapai 30-50 cm atau di atas lutut orang dewasa, dan juga ad jembatan penghubung antara Dusun Beru dan Dusun Klanting juga tergenang bahkan ketinggian airnya terpantau hari selasa 25/02/2025 sampai lebih dari 1m hingga tidak bisa di lewati.
“Desa Talunbrak dan Pulorejo ada 40 rumah terendam banjir dan juga ada masjid dan musholla di Dusun Beru juga tak luput dari genangan air luapan kalilamong bahkan sampai masuk ke dalam musholla. Sedangkan di Desa Banyulegi 3 rumah. Pagi ini sudah ada sedikit penurunan luberan air Kali Lomong,” ujarnya, Selasa (25/2/2025).
Sesuai arahan Kapolres Mojokerto Kota AKBP Daniel S Murunduri, personel Polsek Dawarblandong bergerak cepat ke lokasi untuk memantau situasi dan membantu evakuasi warga yang terdampak semalam.
Hasilnya, dalam penyisiran Bhabinkamtibmas Desa Klanting Bripka Oryza mendapatkan laporan lansia terjebak banjir di dalam rumah.
Bersama warga, Oryza bahu-membahu mengevakuasi seorang lansia ke tempat yang lebih aman. Debit air yang mencapai lutut orang dewasa membuat proses evakuasi harus berhati-hati.
Tidak hanya itu, Oryza juga mengimbau masyarakat untuk menjaga barang berharga di rumah dan berhati-hati dalam menghadapi kondisi banjir yang masih berlangsung.
“Kami mengimbau ke masyarakat Dawarblandong, khusunya warga Dusun Klanting dan Dusun Beru Desa Pulorejo Dawarblandong untuk lebih waspada dan berhati-hati karena debit air masih tidak menentu,” pungkasnya.
Hingga kini aparat kepolisian terus bersiaga dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan keselamatan warga serta mengantisipasi dampak lebih lanjut akibat banjir luapan Kali Lamong (Yd).
Tidak ada komentar