INDOBANGKIT.COM Gresik Pengerjaan Proyek Pavingisasi Jalan Poros Desa Banyuurip Kecamatan Kedamean kabupaten Gresik. Di duga tidak sesuai dengan Spesifikasi Standar maupun Kualitas yang baik dan terindikasi asal-asalan langsung jadi. Senen (23/12/2024).
Proyek Pavingisasi tersebut memakai dua anggaran untuk satu item titik pembangunan proyek Pavingisasi Jalan Poros Desa Bersumber dari dana APBD tahun 2024 dengan anggaran Rp. 79.000.000 juta dan juga Dari dana APBD tahun 2024 juga dengan anggaran Rp. 100.000.000 juta. Diduga salah satu masyarakat yang berada di lokasi proyek tersebut mengatakan kalau pembangunan ini di kraktualkan oleh Pak kades Banyuurip mas, ” Ujar masyarakat yang tidak mau disebutkan namanya pada awak media.
Lebih Lanjut untuk proyek Pavingisasi Jalan Poros Desa juga tidak digali untuk memasang Bekastin dan proyek paving tersebut naik turun, maksud pemadatan dan digali bertujuan agar paving blok tidak ambles, tahan lama dan baik, jika di lalui kendaraan roda empat maupun roda dua, pekerjaan baru selesai kurang lebih tapi sudah terlihat pembangunan proyek Pavingisasi Jalan Poros Desa tersebut sudah banyak yang mendelip dan banyak yang jungat Pavingisasi nya.
Seharusnya pihak masyarakat atau pihak kecamatan harus mengawasi dengan jeli. Agar Pemdes Banyuurip dan Timlak pelaksana yang nakal ini tidak bisa melakukan pengurangan spek yang lapangan.
Diketahui, Para pekerjanya pun saat mengerjakan kegiatan proyek tidak dilengkapi dengan K3, ini sangat di sayangkan, anggaran pemerintah di kerjakan asal-asalan dan tidak mengikuti aturan yang sudah di tetapkan. Hal ini karena lemahnya pengawasan dari instansi terkait.
Diduga adanya pengurangan spesifikasi standar maupun kualitas, pihak “Pemdes Banyuurip atau Timlak yang bermain ?”, bisa meraup keuntungan dan untuk memperkaya diri sendiri yang sangat lumayan.
Proyek tersebut dikerjakan oleh Pemdes Banyuurip dengan nilai anggaran sebesar Rp. 79.000.000 Juta dan sebesar Rp. 100.000.000 Juta dari APBD Tahun 2024 Kabupaten Gresik yang dibiayai dari hasil pajak masyarakat.
Untuk mencari informasi lebih jauh lagi, awak Media dan gabungan Lsm langsung merapat ke kantor Desa Banyuurip pukul 12 siang pada hari senin tgl ( 23/12/2024 ), Guna konfirmasi atau klarifikasi terkait Ramainya perbincangan di warung perkopian masyarakat Desa Banyuurip tersebut terkait Pembangunan proyek Pavingisasi Jalan Poros Desa Banyuurip. Dan Langsung ketemu Perangkat Desa Banyuurip salah satu perangkat Desa Banyuurip mengatakan kalau pak kades tidak ada dikantor Desa mas barusan tadi disini habis ada rapat sekarang sudah pergi mas. ” Ujar perangkat Desa Banyuurip.
Dan tidak sampai disitu tim investigasi media tidak begitu nyerah untuk bisa ketemu pak kades khoirul Muis ternyata ada didalam ruangan kantor dengan perangkat lain ngumpul rembug bersama didalam ruangan, entah apa yang dilakukan salah satu perangkat pemdes Banyuurip yang tidak jujur pada awak media padahal tujuan awak media hanya kontrol sosial dan konfirmasi sebagai tugas jurnalistik.
Dan akhirnya Pak kades khoirul Muis menemui awak media dan Lsm dan tim investigasi media langsung ke pokok yang lagi diperbincangkan diwarung perkopian Desa Banyuurip dan tim investigasi langsung menayakan untuk pembangunan proyek Pavingisasi Jalan Poros Desa Banyuurip dengan anggaran dua titik dan satu pekerjaan hanya satu Titik dan pak kades khoirul Muis mengatakan kalau itu memang benar mas satu pekerjaan dua anggaran karena ada Pemasangan Pavingisasi dan pemadatan, dan saat di sindir awak media terkait proyek Pavingisasi Jalan Poros Desa kenapa di kraktualkan pak kades mengatakan sak karepku mas sak enak ku, ” Ujar pak kades khoirul Muis dengan nada bahasa Jawa.
Ada apa dengan proyek pavingisasi dan pelaksana proyek tersebut sehingga tidak mau memberikan keterangan yang jelas dan akurat.
( Hnf/Bod )
Tidak ada komentar