INDOBANGKIT.COM Desa Gempolkurung , Kecamatan Menganti , Kabupaten Gresik merupakan desa perbatasan antara Surabaya dan Gresik , yang mana di desa tersebut juga menjadi suatu akses tembusan untuk masyarakat Surabaya masuk ke wilayah kabupaten Gresik, dengan letak strategis yang menjadi pembatas antara dua wilayah , desa Gempolkurung sekarang mengalami banyak perubahaan dulu desa tertinggal sekarang menjadi Desa maju dan berkembang
Dengan berkembangnya desa Gempolkurung, banyak bermunculan perkantoran, pergudangan dan juga perusahaan, namun sayangnya dengan letak strategis Desa dimanfaatkan oleh pemerintah desa untuk melakukan ajang mencari keuntungan (pungli)
Salah satu contoh pungli dilakukan di beberapa pergudangan yang ada di wilayah desa Gempolkurung yaitu dengan cara kepala desa tutup mata dengan pergudangan untuk melakukan produksi di dalamnya, padahal sudah jelas ijin pembangunan adalah untuk pergudangan
Wartawan indobangkit.com saat menelusuri hal ini mendapatkan satu jawaban yang sangat mengejutkan dari pengusaha yang memproduksi di pegudangan yang ada di desa Gempolkurung
Salah satu pengusaha yang ditemui awak media saat itu menyampaikan dirinya berani lakukan produksi di pergudangan desa Gempolkurung lantaran sudah membayar kepada pemerintah desa Gempolkurung
Hal Senada juga disampaikan oleh HRD perusahaan pabrik plastik, di sana juga menjelaskan bahwa perusahaan yang saat ini melakukan produksi juga sudah membayar ke pihak Pemerintah desa Gempol kurung
” memang di sini izin gudang Mas , tapi kita kan sudah bayar ke desa Gempolkurung ” ungkap salah satu HRD perusahaan di wilayah Dusun ngablak rejo desa Gempolkurung pada rabu, (22/01/25)
Penelusuran ini didasari karena kecurigaan wartawan melihat banyaknya truk kelas 1 ,2 melintas di area Dusun Ngablak Rejo, yang mana jalan tersebut dibangun oleh anggaran yang di kucurkan oleh pemerintah pusat yang fungsinya memberi rasa nyaman saat melintas untuk warga desa Gempolkurung
Namun faktanya bantuan pemerintah tersebut disalah gunakan oleh Pemdes Gempolkurung , yang mana karena iming-iming rupiah pemdes Gempol kurung membiarkan jalan tersebut di lewati truk perusahaan yang tentunya bukan ukuran kapasitas tonase dj jalan poros desa
Nuryadi , kepala desa Gempolkurung saat dikonfirmasi mengenai temuan di desa Gempolkurung tidak ada respon sama sekali, dan terkesan bungkam
Wartawan Selaku kontrol sosial masyarakat berharap kepada penegak perda ( satpol PP) agar lakukan penertiban perusahaan yang lakukan produksi di pergudangan wilayah desa Gempolkurung.(bnc)
Tidak ada komentar