Miris….Wisata Desa Jatijejer Mangkrak, Diduga Hanya Menghamburkan Uang Negara

waktu baca 3 menit
Kamis, 10 Apr 2025 12:57 0 109 Editor Mei

Indobangkit.com Mojokerto, – Untuk mendongkrak Pendapatan Asli Desa, pemerintah pusat menggalakkan pembentukan Wisata Desa pada setiap desa yang ada di Indonesia. Berbagai cara dan sosialisasi di lakukan agar pemerintah desa bisa memanfaatkan potensi desa yang ada dan akhirnya bisa menjadi sumber pendapatan desa.

Dari tahun ke tahun, desa wisata di beberapa desa ini sempat berkembang, terutama di Kabupaten Mojokerto. Namun, seiring berjalannya waktu, wisata desa itu mulai tidak berjalan, wisata desa kondisinya mulai sepi, mangkrak, bahkan tak jarang yang terbengkalai dan tak terurus.

Pemerintah pusat sejatinya sangat berharap dengan adanya wisata desa ini bisa menjadikan sebuah desa yang mandiri, yaitu desa yang mempunyai ketersediaan dan akses terhadap pelayanan dasar yang mencukupi, infrastruktur yang memadai, aksesibilitas atau transportasi yang tidak sulit, pelayanan umum yang bagus, serta penyelenggaraan pemerintahan yang sudah sangat baik.

Seperti yang ada di Desa Jatijejer, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Wisata desa diduga hanya dijadikan sarana atau alat agar pemerintah desa (Kepala Desa) Jatijejer bisa mengeruk keuntungan besar untuk dirinya sendiri.

Dari pantauan wartawan di lapangan, tahun 2001, Desa Jatijejer, mengganggarkan untuk pembangunan sarana dan prasarana pariwisata desa dari Dana Desa (DD) sebesar Rp.103.530.400 dan Rp. 101.907.600. Tak itu saja, tahun 2023 Pemerintah Desa (Pemdes) Jatijejer juga menganggarkan lagi untuk Pembangunan sarana dan prasarana pariwisata desa lagi sebesar Rp. 250.000.000, Rp. 43.200.000, Rp. 115.000.000, dan Rp. 85.000.000. Dan di tahun 2024, Pemdes Jatijejer menganggarkan lagi untuk peningkatan sarana dan prasarana pariwisata desa sebesar Rp..175.687.095. sehingga total anggaran yang dipakai Pemdes Jatijejer untuk pembangunan wisata desa total sebesar Rp. 874.325.095.

Namun dari keterangan salah satu warga Jatijejer sebut saja ZA mengatakan, jika pariwisata desa hanya menghambur hamburkan uang pemerintah saja. Kemungkinan besar dana itu dipakai oleh Kepala Desa untuk kepentingan dirinya. Kondisinya wisata desa yang ada di desa Jatijejer kini tak terurus dan amat memprihatinkan.

“Hanya beberapa bulan saja pariwisata desa berjalan dan di kunjungi warga sekitar. Setelah itu mangkrak hingga sekarang”, kata ZA sambil menunjuk lokasi pariwisata Desa Jatijejer, Kamis, (10-4-2025)

Masih menurut ZA, wisata desa Jatijejer sudah lama tidak berjalan, tidak ada kegiatan apapun, hanya ada nampak beberapa warga yang bukannya menikmati indahnya wisata desa, namun mereka ingin tahu mangkraknya wisata desa yang menghabiskan uang negara ratusan juta.

“Daripada dipakai untuk pariwisata desa, alangkah baiknya dipakai untuk hal lain yang membawa manfaat bagi warga. Untuk lebih jelasnya, tanyakan saja sama pak Kades. Kami juga ingin menanyakan ke pak kades tapi takut pak”, jelasnya.

Untuk menggali informasi lebih dalam terkait mangkraknya wisata desa di Jatijejer, awak media mencoba menanyakan lagi kepada beberapa warga Desa Jatijejer yang ada di sekitar lokasi wisata desa.

Dari keterangan AH, sebenarnya warga Jatijejer sudah tidak respect dengan kades. Itu di karenakan karena warga menganggap tidak adanya transparansi anggaran oleh Kades. Kades Jatijejer, Ahmad Mujiono dianggap sak karepe dewe dalam penggunaan anggaran desa baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

“Sebenarnya warga sudah tidak senang dengan kepemimpinan kades sekarang pak, kenapa juga ada tambahan dua tahun untuk jabatan kades, andai ada pengurangan masa jabatan kades, kami sebagai warga malah seneng banget. Kami langsung bancaan pak.”, pungkas AH.

Terkait hal ini, warga berharap agar dinas terkait juga APH (aparat penegak hukum) turun ke desa Jatijejer untuk melakukan survey ke lokasi wisata desa.

“Semoga Kades segera diaudit terkait keuangan desa”, pungkasnya

Hingga berita ini diangkat, Kepala Desa Jatijejer, Ahmad Mujiono belum bisa di mintai keterangan. Ditelepon melalui telepon selulernya juga tidak mau mengangkat. (Bnc)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA