
Indobangkit.com Lamongan Jawa Timur –
Perangkat desa MENONGO di duga arogan dengan warga nya terkait pendaftaran tanah sistimatik lengkap ( ptsl) pasal nya dari tahun 2024 yang lalu desa MENONGO mempunyai program pendaftatan tanah sistimatik lengkap, ( ptsl) Yang diselenggarakan pada tahun 2024 yang lalu, Namun demikian pada bulan April tahun 2024 Program tersebut sudah terlaksana. Rabu tanggal 07 Mei 2025
Nur laleli Salah satu warga desa MENONGO kecamatan sukodadi kabupaten Lamongan Jawa Timur Mengadu ke pihak ber wajib
Polsek sukodadi bahwa dia merasa di rugikan dengan perangkat desa nya yang ber nama ber inisial ( s.m) beliau menahan sertipikat yang tak tentu arah dan tujuannya.
Lebih lanjut red Tim media dari indobangkit.com yang bernama yulianto mendapat kan nara sumber dan secara langsung pengaduan dari Nur laleli bahwa yang bersangkutan berkata “kok sertipikat nya orang orang tetangga ku sudah di bagikan dan sudah di Terima, Namun demikian milik kita kok di tahan dengan salah satu perangkat desa” katanya
Surat keputusan bersama ( skb) 3 mentri yang melibatkan mentri agraria dan tata ruang/ kepala Badan pertanahan nasional ( ATR / BPN) MENTRI DALAM NEGRI DAN MENTRI DESA PEMBANGUNAN DAERAH
dengan harga patok dan materi sebanyak rp 150.000,00 ( seratus lima puluh ribu rupiah) untuk jawa dan bali
Untuk langkah selanjutnya
Pada kesempatan pengadaan program pendaftaran tanah sistimatik lengkap ( ptsl) yang di laksanakan di desa MENONGGO kecamatan sukodadi lamongan
Bertarif antara rp (1.000.000,00 ) satu juta rupiah bahkan dugan katanya
Dengan harga yang penuh dugaan pungli rombongan Yang di pimpin oleh pemerintahan desa MENONGO Banyak warga yang merasa keberatan dan sudah banyak yang sudah lunas dalam pembayaranya namun demikian kok masih ada saja salah satunya perangkat desa ber inisial S R) menahan sertipikat yang atas nama Nur laleli)
Kini salah satu nya warga yang merasa di rugikan akan melaporkan kepada pihak berwajib polsek sukodadi
Dan harapan kami memohon bahwa pihak yang berwajib akan menindak lanjuti tentang laporan kami ini ungkap nya, ( tim)
Tidak ada komentar