Kasun banyurip, Desa Gempol kurung lakukan pungli pengurusan tanah hingga 6 juta Rupiah

waktu baca 2 menit
Senin, 19 Mei 2025 23:15 0 78 Editor Mei

Indobangkit.com Gresik – Masyarakat kembali di gemparkan adanya tindakan pungli yang di lakukan salah satu kasun w Gempol kurung, kecamatan Menganti, kabupaten Gresik, pasal pungli yang di lakukan kepada warga tidak maen – maen

Sebut X salah satu warga yang memiliki sebidang tanah di desa Gempol kurung, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik mengeluhkan perihal mahalnya biaya pengurusan surat tanah (pethok D) miliknya.

Saat di konfirmasi, X mengatakan, dirinya harus merogoh kocek total hingga Rp 6 juta untuk mendapatkan keabsahan surat tanahnya. Biaya sebesar itu menurut X dilakukan oleh Kasun (Kepala Dusun) Banyuurip, Sulaiman.

“Biaya Rp 6 juta itu katanya untuk bayar pajak yang telat, untuk lingkungan, dan perbaikan jalan yang rusak dan kepala desa”, Kata X menirukan Kasun.

Takut tidak memiliki bukti kepemilikan tanah yang ia beli X pun membayar apa yang di rincikan oleh kasun Sulaiman

“Saya bayar saja apa yang diminta pak Kasun, karena saya ingin ada kejelasan tentang legalitas tanah saya”, jelas X

Sementara, Kasun Sulaiman saat dikonfirmasi wartawan melalui telepon selulernya mengiyakan apa yang di tuduhkan X kepadanya. Sulaiman menjelaskan rincian uang yang diterimanya antara lain 3 juta untuk terlambat pajak dan upah dirinya, 2,5 juta ke kepala desa, dan 500 ribu upah dirinya yang sudah lakukan pengukuran.

“Untuk bayar pajak yang telat dan upah saya 3 juta, kemudian Kepala Desa 2,5 juta, lingkungan dan lain-lain, trus saya di kasih untuk upah ukur tanah 500 ribu”, kata Sulaiman pada senin, (19/5/25)

Ditanya tentang aturan yang menghalalkan pungutan yang dilakukannya, Sulaiman mengaku jika itu sudah kesepakatan desa. Meski tidak ada peraturan yang jelas, Sulaiman merasa jika pungutan yang dilakukan sah sah saja.

“Slkan untuk ke kantor desa guna klarifikasi, besok pak kades juga tak jelaskan masalah ini ” Imbuh sulaiman

Anehnya saat di konfirmasi wartawan melalui seluler, sulaiman malah mengucapkan terimakasih dan seakan tidak ada beban kesalahan atas apa yang telah di lakukan (pungli) kepada salah satu warganya

Dengan adanya dugaan tindakan pungli yang di lakukan seorang kasun, masyarakar berharap kepada aparat penegak hukum (APH) untuk lakukan tindakan tegas kepada pelaku agar memberi efek jera. (Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA