
Indobangkit.com sidoarjo – Tekad paguyuban media independent untuk melaksanakan sosial kontrol di lembaga pendidikan rupanya tidak main – main, terbukti dengan terkuaknya kecurangan dugaan mark up jumlah penerimah Dana BOS di SMAN 1 TARIK, Sidoarjo
Dalam laporan penerima Dana BOS di KemenKeu di sana tertera 1279 murid, sedangkan jumlah murid di SMAN 1 Tarik tahun ajaran 2024 -2025 Hanya 1265 siswa , ada selisih 13 murid penerima fiktif di SMAN 1 Tarik
Dengan di temukan selisih antara penerima Dana BOS dan jumlah siswa di SMAN 1 Tarik, Awak media mendatangi sekolah yang berada di Jl. Raya Janti, Janti, Kec. Tarik, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur guna menanyakan ke kepala sekolah apakah di sekolah tersebut ada murid Goib (tak kasat mata)
Namun karane jarak tempu yang jauh awak media datang kesiangan, dan juga masih liburan sekolah , awak media tidak menemukan satu pun guru di sekolah tersebut
Karena pentjng untuk pemberitaan agar bberimbang, akhirnya menghubungi Humas SMAN 1 TARIik (suyono) melalui seluler, namun sayangnya beberapa kali di hubungi yang bersangkutan tidak merespon, dan di kirim pesan Whatsaap pun tidak di balas
Karena buntu tidak ada jawaban dari pihak yang bertanggung jawab dalam pengelolah Dana BOS , awak media lakukan koordinasi dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk melaporkan temuan dugaan mark up jumlah penerima dana BOS di SMAN 1 Tarik ke aparat penegak hukum (APH) agar ada kejelasan dan jika ada kecurangan agar di proses sesuai hukum berlaku
Kusaeni S. Sos mantan Aktifis 98 menanggapi hal tersebut menyampaikan , bahwa selama ini memang dirinya mencurigai pengelolahan anggaran Dana BOS di setiap sekolah, sebab dirinya bukan hanya sekali ini menemukan kecurangan sekolah, baik pengelolahan atau pun cara mendapatkan lebih banyak Dana BOS seperti temuan di SMAN 1 TARIK
” Sebenarnya tidak sekali ini temuan seperti ini, hampir semua sekolah lakukan hal yang sama, hanya saja metode berbeda, baik pengelolahan atau pun cara mendapatkan dana BOS yang lebih banyak ” Ungkap Kusaeni pada Sabtu,(13/7/25).
Kusaeni juga menambahkan bahwa yang terjadi di lembaga pendidikan sulit kita ungkap, sebab dugaan kecurangan berupa mata rantai semua sudah di kondisikan, dan kusaeni menyarankan agar melaporkan ke aplikasi ” LAPOR MAS WAPRES ” agar ada tindakan dari pusat KEMENDIKBUD Pusat Jakarta.
” Tapi percuma mas, walaupun sampean tulis kayak apa aja gak mungkin ada tindakan, sebab kecurangan di pendidikan merupakan mata rantai, semua terkondisikan, kalau sampean mau ada tindakan buat laporan ke aplikasi ” LAPOR MAS WAPRES” . Imbuh kusaeni S Sos sambil tertawa kecut seperti bosan dengan semua ini.(bnc)
Tidak ada komentar