
Indobangkit.com Gresik – Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan dan penanggulangan penyakit menular, khususnya Tuberkulosis (TBC), Pemerintah Desa Bendungan, Kecamatan Duduksampeyan, menggelar kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan TBC di Balai Desa Bendungan. Kamis (7/8/2025).
Acara ini menjadi bagian dari gerakan terpadu lintas sektor dalam rangka mewujudkan masyarakat yang sehat, terbebas dari TBC, serta mendukung percepatan penanganan kasus stunting di tingkat desa.
Hadir dalam kegiatan ini sejumlah pejabat dan aparat dari berbagai unsur, antara lain Camat Duduksampeyan Bapak Maerista Dedy Hartadi, S.STP., M.Si, Kapolsek Duduksampeyan AKP Hendrawan, Danramil 0817/11 Duduksampeyan yang diwakili oleh Pelda Sigit, Kasi Kesra Kecamatan Ulul Azmi, SE, Kepala Desa Bendungan Bapak Soleh, serta Babinsa Serda Udi, Bhabinkamtibmas Aipda Riky, Ketua BPD Bapak H. Yunus, pendamping desa, kader kesehatan, dan warga perwakilan masyarakat Desa Bendungan.
Sebagai narasumber utama, Bapak Mariono dari Puskesmas Duduksampeyan dan Ibu Vivi A.Md. Keb memberikan penjelasan teknis dan edukatif mengenai gejala, cara penularan, serta langkah pencegahan dan pengobatan TBC. Disampaikan bahwa deteksi dini dan pengobatan tuntas sangat krusial dalam memutus rantai penyebaran penyakit ini.
“Pencegahan TBC tidak hanya tanggung jawab tenaga medis, tetapi juga menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat,”ujar Ibu Vivi dalam paparannya.
Selanjutnya dalam kegiatan ini, Koramil 0817/11 Duduksampeyan yang diwakili oleh Pelda Sigit menyampaikan komitmen TNI dalam mendukung program-program pemerintah daerah dalam bidang kesehatan masyarakat. Menurutnya, Babinsa sebagai aparat teritorial akan terus aktif membantu melakukan sosialisasi langsung ke masyarakat, khususnya melalui pendekatan door to door dan komunikasi sosial.
“Babinsa tidak hanya hadir dalam pengamanan wilayah, tetapi juga sebagai penggerak di lini kesehatan masyarakat. Dalam pencegahan TBC ini, kami siap bekerja sama dengan tenaga medis, aparat desa, dan kader kesehatan untuk memastikan masyarakat mendapat pemahaman yang tepat. Kolaborasi lintas sektor bisa menjadi kunci keberhasilan dalam penanganannya.”ujarnya.
Senada yang disampaikan, Camat Duduksampeyan dalam arahannya menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah desa, instansi kesehatan, TNI-Polri, dan masyarakat dalam memberantas penyakit TBC. Ia juga menyoroti keterkaitan antara masalah kesehatan seperti TBC dan stunting, yang keduanya membutuhkan intervensi bersama.
“Masalah kesehatan tidak bisa diselesaikan secara parsial. Kita harus bersama-sama turun ke lapangan, memberikan pemahaman dan memastikan fasilitas serta pengobatan bisa diakses oleh seluruh warga,”ungkapnya.
Secara keseluruhan kegiatan berjalan lancar. Setelah sambutan dan pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang diikuti antusias oleh peserta menggali informasi seputar pencegahan TBC dan stunting, serta peran mereka dalam menjaga lingkungan tetap sehat.(Pen0817).
Tidak ada komentar