Apel Kehormatan dan Renungan Suci HUT ke-80 RI di TMP Kusuma Bangsa: Doa, Refleksi, dan Penghormatan Abadi untuk Para Pahlawan

waktu baca 3 menit
Minggu, 17 Agu 2025 03:11 0 49 Mei Swandini

Indobangkit.com Sidoarjo, Minggu (17/8/2025) – Menjelang detik-detik peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, suasana haru dan khidmat menyelimuti Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bangsa, Jl. Pahlawan Sidokumpul, Sidoarjo. Ratusan peserta dari unsur TNI, Polri, Pemerintah Daerah, organisasi masyarakat, dan pelajar larut dalam Apel Kehormatan dan Renungan Suci (AKRS) yang digelar pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari, 16–17 Agustus 2025.

Sekitar 200 peserta hadir dalam apel ini, yang dipimpin langsung oleh Komandan Lanud Muljono Kolonel Ahmad Mulyono, S.E., M.M. selaku Inspektur Upacara. Bertindak sebagai Komandan Apel yaitu seorang perwira dari Lanud Muljono, sementara Perwira Apel dijabat oleh Kapten Cke Elfin Sjaiful Achson (Kaurmin Subgar 0816 Sidoarjo).

Acara dimulai tepat pukul 23.53 WIB dengan persiapan pasukan, dilanjutkan dengan prosesi penghormatan, pembacaan naskah apel, doa, hingga berakhir pada pukul 00.20 WIB dengan tabur bunga dan foto bersama.

Momentum paling menggetarkan terjadi ketika seluruh lampu makam dipadamkan. Hanya obor utama yang menyala, menciptakan suasana hening penuh khidmat. Dalam suasana yang syahdu itu, Inspektur Upacara membacakan naskah Apel Kehormatan dan Renungan Suci yang berisi penghormatan mendalam atas jasa dan pengorbanan para pahlawan bangsa.

Detik-detik hening tersebut seakan menghadirkan kembali semangat perjuangan 1945. Ratusan peserta terdiam, larut dalam doa, dengan rasa syukur sekaligus keharuan atas pengorbanan para pendahulu yang rela mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan Indonesia.

Tabur bunga di pusara pahlawan menjadi penutup prosesi, menghadirkan pesan moral bahwa perjuangan dan pengorbanan para pejuang tidak akan pernah dilupakan.

Dalam kesempatan itu, Dandim 0816/Sidoarjo Letkol Inf. Dedyk Wahyu Widodo, S.Sos. menegaskan bahwa Apel Kehormatan dan Renungan Suci bukan hanya seremonial tahunan, melainkan sebuah momentum untuk memperbarui tekad dalam menjaga warisan bangsa. “Kita semua hadir di sini bukan sekadar mengheningkan cipta, tetapi juga untuk memperbarui komitmen dalam melanjutkan perjuangan para pahlawan. Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini adalah amanah besar yang harus kita isi dengan kerja keras, persatuan, dan semangat kebangsaan,” ujarnya dengan penuh ketegasan.

Beliau juga berpesan agar generasi muda tidak melupakan sejarah, serta terus menanamkan nilai-nilai nasionalisme, gotong royong, dan cinta tanah air sebagai fondasi membangun Indonesia yang lebih kuat.

Kegiatan AKRS di TMP Kusuma Bangsa menjadi refleksi mendalam bagi seluruh peserta. Dalam hening malam, doa-doa yang dipanjatkan seakan menjadi penghubung antara masa lalu dan masa kini—sebuah pengingat bahwa kemerdekaan yang diperoleh dengan darah, air mata, dan pengorbanan jiwa raga tidak boleh disia-siakan.

Apel Kehormatan dan Renungan Suci ini meneguhkan kembali bahwa semangat perjuangan 17 Agustus 1945 harus terus hidup dalam sanubari seluruh rakyat Indonesia. Semangat itu pula yang menjadi kekuatan untuk menapaki jalan menuju Indonesia yang lebih maju, berdaulat, adil, dan sejahtera.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA