
Indobangkit.com Sidoarjo 28 agustus 2025. Polimek yang menjadi viral antara pihak klinik dengan ibu siti nur,aini terungkap setelah kedua belah pihsk dipanggil untk duduk bersama oleh ketua DPRD sidoarjo H.Abdillah Nasich juga instansi yang terkait dari pihak dinkes ,dinsos ,RSUD RT NOTOPURO juga dari camat porong dan kades candi porong P. NURHADI. Mereka diajak klarifikasi dan mediasi kronologi terjadi korban adik Hanania sampai meninggal dan menjadi bahan pemberitaan publik dan berita simpang siur diwilayah candi pari.
Permulaan pembicaraan awalli oleh ketua DPRD dan memberikan statmen lalu diberikan kesempata n kepada ibu korban memberikan cerita kejadian dari awal sampai anak korban menghembuskan nafas terakhirnya. Statmen kedua diberikan kepada pihak klinik untuk memberikan keterangan kronologi kejadian awal penangan medis serta tindakan yang sesuai SOP klinik siaga medika . Baru pernyataan dari pihak dinsos yang mana biliau memberikan argument satu sampai tiga kartu BPJS belum aktif atsupun kartu KIS hari ke,empat setelah aktif itu sudah masuk dan ikut BPJS /KIS yang sudah on . Terus dilanjutkan penyampain dari dinas kesehatan bawasnya hasil rekam medis untuk penyakit DPD biasanya 1 sampai 2 hari belum bisa diketahui meskipun itu suhu pasien 39,3 ⁰C demikian juga pada bagian tubuh pasien yang lain deteksi dini belum bisa diketahui sehingga sulit bagi dokter untuk menyatakan bahwa pasien kena DBD.
Pihak dinkes menyatakan masa inkubasi DBD itu menyebar atau bisa kelihatan antara 1sampai 4 hari disaat diketahui disitulah masa kritis pasien penangan harus ekstra agar tidak terjadi hal yang fatal.Untuk gejala pasien pada pembekaan tangan dinkes akan melakukan evaluasi kepihak klinik apa benar ada kesalahan penanganan atau tidak sesuai SOP.
Pembicaraan ke,empat dengan pembicara langsung penampung inspirasi rakyat dari anggota dprd komisi D beliau terkenal dengan panggilan Bpk bangun beliau mengatakan untuk bpjs kelas 3 dan KIS secara otomatis nol rupiah apabila ada rmh skt wilayah sidoarjo atau klinik yang tidak mau melakukan penangan pertama akan diberikan sanksi dan pernyataan tersebut dipertegas oleh ucapan ketua DPRD sidoajo otomatis tidak ada kata tidak buat penanganan pasien dan tindakan medis tidak boleh membeda bedakan penangan medisnya dan bpk Bangun selaku DPRD komisi D menghibau kepada seluruh dokter atau tenaga medis harus mengedepankan rasa sosial melalui tindakan penyelamatan dari pada finansial ujar beliaunya.
Kesimpulan bersama marilah kita dahulukan rasa semangat saling bantu membantu dalam segala hal jangan rasa egoisme yang kita kedepankan .Untuk masalah medis terkait prosedur kesalahan dokter atau tenaga medis diklinik siaga medika diserahkan penangannya oleh pihak dinkes yang lebih mengetahui secara prosedural.(ips)
Tidak ada komentar