Pemkab Pasuruan Memulai Pemeliharaan Jalan Gununggangsir, Didanai DBHCHT 2025

waktu baca 2 menit
Kamis, 27 Nov 2025 07:56 0 37 Mei Swandini

Indobangkit.com pasuruan – Pemerintah Kabupaten Pasuruan mulai menggarap pemeliharaan berkala Jalan Gununggangsir, salah satu ruas strategis yang menghubungkan Raci, Bangil, dan wilayah Kecamatan Beji. Pekerjaan ini ditandai dengan pemasangan papan proyek di sisi jalan—sebuah penanda formal bahwa rangkaian pengerjaan fisik akan segera dimulai.

Proyek ini menelan anggaran Rp 1,497 miliar, seluruhnya bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2025. Penggunaan DBHCHT untuk sektor infrastruktur memang menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah, terutama untuk penanganan jalan yang menjadi akses utama pergerakan masyarakat dan distribusi ekonomi.

Detail Kontrak dan Pelaksana

Dalam papan informasi yang terpasang, pemerintah mencantumkan data teknis sebagai berikut:

Nama Pekerjaan: Pemeliharaan Berkala Jalan Gununggangsir

Nomor Kontrak: 03.02/17/030.3.08/DISBMCKTR/424.073/2025

Nilai Kontrak: Rp 1.497.458.000

Jangka Waktu: 45 hari kalender

Pelaksana: CV Mitrucundo Mandiri

Konsultan Pengawas: CV Mitra Bhakti

Pelaksana menambahkan komitmen untuk menjalankan pekerjaan dengan standar K3. Ini penting mengingat jalur tersebut merupakan rute harian warga, pekerja industri, hingga kendaraan distribusi barang.

Sejumlah warga di sekitar Gununggangsir menyambut positif proyek pemeliharaan ini. Dalam beberapa bulan terakhir, kerusakan di titik-titik tertentu membuat kenyamanan berkendara menurun. Lubang-lubang kecil dan retakan di badan jalan sering dikeluhkan, terutama oleh pengendara roda dua.

Pemeliharaan berkala ini diharapkan dapat memulihkan kondisi jalan sekaligus menekan angka kecelakaan kecil yang kerap terjadi di malam hari. “Kalau sudah diperbaiki, jalannya lebih aman. Banyak pekerja shift malam yang lewat sini,” ujar seorang warga yang ditemui di lokasi.

Papan proyek terlihat berdiri di tepi jalan, dekat area pepohonan dan saluran air. Belum tampak aktivitas alat berat, namun sejumlah pekerja teknis sudah mulai melakukan penandaan lokasi sebagai persiapan.

Dengan masa pengerjaan hanya 45 hari, proyek ini diperkirakan akan berlangsung intensif. Petugas yang berada di lokasi mengimbau pengendara supaya berhati-hati ketika proyek mulai berjalan, terutama jika ada penyempitan jalur atau pengalihan arus lalu lintas. (rd)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA