
Mojokerto, indobangkit.com || Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) melaksanakan kegiatan rehabilitasi hutan lahan bambu (Mewlafor) dan pelestarian atau perlindungan (konservasi) terhadap sumber daya alam
pada tahun 2025 di lereng Gunung Wilis, Kabupaten Mojokerto-Jawa Timur, Pada hari Sabtu, 20/12/2025 pukul.14.00 Wib.

Kegiatan rehabilitasi dan konservasi ini dilaksanakan dengan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Brantas, dengan lokasi penanaman berada tepatnya di Blok Kemloko Desa Trawas Kecamatan Trawas. Area rehabilitasi tersebut masuk dalam wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas dengan luas mencapai 10,22 hektare.
Pelaksanaan penanaman melibatkan Kelompok Tani Hutan (KTH) Pringgodani sebagai mitra pelaksana di lapangan. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memulihkan fungsi hutan dan lahan kritis di wilayah hulu DAS Brantas, yang memiliki peran strategis dalam menjaga ketersediaan air dan mencegah bencana lingkungan.
Jenis tanaman pokok yang ditanam terdiri dari 2.248 batang bambu, 613 batang sukun vegetatif, 613 batang petai vegetatif, serta 613 batang durian vegetatif. Selain tanaman pokok, juga ditanam tanaman sela berupa kopi sebanyak satu paket untuk mendukung produktivitas lahan dan peningkatan ekonomi masyarakat.
Rehabilitasi hutan dan lahan ini bertujuan untuk meningkatkan tutupan vegetasi, memperkuat struktur tanah, serta mengurangi potensi longsor dan erosi yang rawan terjadi di kawasan lereng Gunung Wilis. Selain manfaat ekologis, program ini juga diharapkan mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui hasil tanaman produktif.
Melalui kegiatan ini, KLHK menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Mojokerto dan wilayah hilir DAS Brantas.
Dirjen PDASRH menyampaikan bahwa Konservasi artinya pelestarian atau perlindungan terhadap sumber daya alam (SDA) secara bijaksana agar tetap lestari untuk masa kini dan mendatang, mencakup pengelolaan yang hati-hati terhadap lingkungan, keanekaragaman hayati, air, tanah, dan energi, dengan tujuan mencegah kerusakan dan kepunahan, serta menjamin keberlanjutan manfaatnya. Secara harfiah, kata ini berasal dari kata Inggris conservation, dari bahasa Latin conservare yang berarti “menjaga” atau “menyelamatkan”. Tegasnya.
Inti Makna Konservasi:
Pelestarian: Menjaga agar sumber daya alam tidak habis atau rusak.
Perlindungan: Melindungi dari ancaman kerusakan atau kemusnahan.
Pengelolaan Bijaksana: Memanfaatkan SDA secara efisien dan berkelanjutan.
Keberlanjutan: Memastikan sumber daya tetap tersedia untuk generasi mendatang.
Contoh Penerapan Konservasi:
Konservasi SDA Hayati: Pembentukan Taman Nasional, Cagar Alam, atau Suaka Margasatwa untuk melindungi flora dan fauna.
Konservasi Energi: Menghemat penggunaan energi listrik, bensin, dan lainnya.
Konservasi Air: Mengelola sumber air bersih agar tidak tercemar dan selalu tersedia.
Singkatnya, konservasi adalah tentang menjaga, merawat, dan memanfaatkan alam dan sumber dayanya secara cerdas untuk masa depan.
Red.Decky75/bakin
Tidak ada komentar