Jaranan Sentherewe Resmi Jadi WBTB, Kebanggaan Baru Tulungagung

waktu baca 2 menit
Rabu, 25 Feb 2026 01:21 0 16 Mei Swandini

Tulungagung Indobangkit.com– Kabar membanggakan datang dari dunia kebudayaan Kabupaten Tulungagung. Kesenian khas daerah, Jaranan Sentherewe, resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
Penetapan tersebut tertuang dalam piagam Nomor 260/WB/KB.00.01/2025 tertanggal 15 Desember 2025 yang ditandatangani Menteri Kebudayaan, Fadli Zon.
Piagam WBTB diserahkan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, kepada Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, pada Minggu (22/2/2026).
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tulungagung, Ardian Candra, menjelaskan bahwa proses pengusulan telah dilakukan sejak 2024 dan melalui tahapan verifikasi yang cukup panjang. Pasalnya, penetapan WBTB mensyaratkan karya budaya telah berusia minimal 50 tahun serta memiliki sejarah dan dokumentasi yang jelas.
“Alhamdulillah, ini menjadi penguatan identitas budaya daerah sekaligus penyemangat bagi para seniman untuk terus melestarikan Jaranan Sentherewe,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).
Lahir Sejak 1958
Berdasarkan buku Muqoddimah Ngrowo, Tutur Lisan Hingga Tulisan, Jaranan Sentherewe lahir pada 1958 di Dukuh Sukorejo, Desa Rejoagung, Kecamatan Kedungwaru.
Kesenian ini merupakan perpaduan unik antara jaranan dan ludruk. Tarian Sentherewe memadukan gerak tari Ngremo dengan unsur jaranan yang dinamis dan ekspresif. Istilah “Sentherewe” sendiri menggambarkan gerak lincah layaknya seseorang yang terkena senthe (tumbuhan talas) dan rewe (rawe), sehingga menghadirkan karakter tarian yang khas dan enerjik.
Amanah untuk Generasi Mendatang
Bupati Gatut Sunu Wibowo menyebut penetapan WBTB ini sebagai kebanggaan sekaligus amanah bagi masyarakat Tulungagung.
“Ini adalah kebanggaan sekaligus tanggung jawab kita bersama untuk menjaga, merawat, dan melestarikan warisan budaya leluhur,” ungkapnya melalui unggahan di media sosial.
Pemerintah daerah pun berkomitmen menindaklanjuti penetapan tersebut dengan berbagai strategi pelestarian, termasuk memperbanyak penampilan dalam event resmi dan mendorong regenerasi seniman muda.
Dengan pengakuan nasional ini, diharapkan Jaranan Sentherewe semakin dikenal luas, tidak hanya di tingkat regional Jawa Timur, tetapi juga di kancah nasional sebagai identitas budaya khas Tulungagung.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA