​Langkah Humanis Pemdes Prasung dan Babinsa Bawa Harapan Sembuh Bagi Andre Basuki

waktu baca 2 menit
Minggu, 24 Mei 2026 07:31 0 9 Mei Swandini

Indobangkit​.com Sidoarjo – Kepedulian terhadap kesehatan mental masyarakat kembali ditunjukkan oleh sinergi aparat keamanan, tenaga kesehatan, dan Pemerintah Desa Prasung, Kecamatan Buduran. Pada Sabtu (23/05/2026), sebuah langkah humanis dilakukan dengan merujuk seorang warga Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) atas nama An. Andre Basuki (45), yang beralamat di RT 04 / RW 02, Desa Prasung, menuju Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur, Surabaya. ​Evakuasi medis ini didasari atas rasa kemanusiaan dan upaya memberikan hak penanganan medis yang layak bagi pasien.

​Perjalanan menuju kesembuhan Andre Basuki dimulai sejak pagi hari. Tim gabungan berangkat dari kediaman pasien di Desa Prasung menuju Kota Surabaya dengan mengutamakan kenyamanan dan kondisi psikologis pasien.
​Sesampainya di RSJ Menur Surabaya, tim pendamping langsung bergerak cepat melakukan prosedur administrasi. Pasien Andre Basuki didaftarkan secara resmi kepada perawat jaga di ruang penerimaan pasien.

​Tidak berselang lama, pasien langsung mendapatkan penanganan medis dan pemeriksaan komprehensif oleh dokter spesialis yang bertugas, dr. Muhammad Ihtiar Zakky. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memetakan kondisi psikis serta menentukan langkah terapi atau rawat inap yang paling tepat bagi Andre.

​Seluruh rangkaian kegiatan rujukan, mulai dari penjemputan di rumah, perjalanan, hingga proses pemeriksaan medis di RSJ Menur Surabaya berlangsung dengan sangat tertib, aman, kondusif, dan lancar tanpa ada kendala berarti.
​Opini & Pendapat Detail Babinsa Terkait Pengamanan

​Sebagai ujung tombak pengamanan di wilayah teritorial, Babinsa Koramil 0816/03 Buduran Desa Prasung, Serka Sutrisno, memberikan pandangan dan laporan detail mengenai aspek pengamanan selama proses rujukan berlangsung, “​”Tugas kami di lapangan bukan sekadar menjaga keamanan fisik, tetapi juga memastikan aspek kemanusiaan tetap dijunjung tinggi. Dalam menangani saudara kita yang mengalami gangguan jiwa (ODGJ), pendekatan yang kami gunakan harus sangat persuasif, lembut, dan tanpa kekerasan. Kami harus memastikan pasien merasa aman dan tidak merasa terancam selama perjalanan.

​Keberhasilan evakuasi hari ini merupakan buah dari komunikasi yang solid antara Babinsa, perangkat desa, dan pihak Puskesmas. Pengamanan yang kami lakukan berfokus pada dua hal: memitigasi risiko agar pasien tidak mengamuk yang dapat membahayakan dirinya sendiri maupun orang lain, serta memastikan jalur logistik ambulans berjalan lancar hingga tiba di RSJ Menur. ​Berkat kerja sama yang humanis dan terukur, semua proses administrasi hingga pemeriksaan oleh dr. Muhammad Ihtiar Zakky berjalan aman dan kondusif. Ini adalah wujud nyata bahwa negara dan aparat desa hadir untuk seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali.”

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA