Babinsa Porong Dukung Pelestarian Ludruk di Candipari

waktu baca 2 menit
Senin, 25 Mei 2026 02:35 0 4 Mei Swandini

Indobangkit.com Sidoarjo, Pada hari Minggu, 24 Mei 2026, Babinsa Koramil 0816/04 Porong, Sertu Mohtar menghadiri kegiatan seni budaya Ludruk Murni Wijaya dengan lakon “Joko Pandelegan” yang dipimpin oleh Bapak Sukar. Kegiatan tersebut digelar di Pendopo Candi, Desa Candipari, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, dan berlangsung dengan penuh antusiasme serta semangat kebersamaan masyarakat.

Pagelaran ludruk yang menjadi salah satu warisan budaya khas Jawa Timur ini mendapat sambutan hangat dari warga setempat. Kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan nyata TNI AD melalui Koramil 0816/04 Porong dalam menjaga, melestarikan, serta memperkuat kecintaan masyarakat terhadap seni budaya daerah.

Adapun rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib dan khidmat, diawali dengan pembukaan, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan dan nasionalisme bersama. Acara kemudian dimeriahkan dengan penampilan Tari Remo yang menjadi simbol penghormatan kepada tamu undangan dan masyarakat yang hadir.

Selanjutnya, panitia menyampaikan laporan kegiatan serta sambutan yang berisi apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya pertunjukan seni budaya tersebut. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan doa bersama demi kelancaran dan keselamatan acara, sebelum memasuki inti kegiatan yaitu pertunjukan Ludruk Murni Wijaya dengan judul “Joko Pandelegan” yang dipimpin langsung oleh Bapak Sukar. Acara ditutup dengan suasana penuh keakraban dan kebersamaan.

Dalam kesempatan tersebut, Sertu Mohtar menyampaikan bahwa kegiatan seni budaya seperti ludruk memiliki nilai penting dalam menjaga identitas budaya bangsa sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga. “Pagelaran ludruk bukan hanya hiburan semata, tetapi juga menjadi sarana edukasi, pelestarian budaya, serta memperkuat kebersamaan masyarakat. Kehadiran kami sebagai aparat kewilayahan bertujuan memberikan rasa aman dan memastikan kegiatan berjalan tertib, lancar, dan kondusif,” ungkap Sertu Mohtar.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pengamanan dilakukan secara humanis dan penuh pendekatan persuasif dengan berkoordinasi bersama panitia, perangkat desa, serta unsur terkait lainnya. Langkah tersebut dilakukan guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan maupun hal-hal yang tidak diinginkan selama kegiatan berlangsung.

Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, kegiatan seni budaya Ludruk Murni Wijaya berlangsung aman, tertib, lancar, dan mendapat apresiasi positif dari masyarakat Desa Candipari. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat diharapkan semakin mempererat hubungan harmonis antara TNI dan rakyat, sekaligus menjaga kelestarian budaya lokal agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA