Belajar dari Masyarakat, Taruna Akpol Latja di Kediri Kota Perkuat Keamanan Lingkungan

waktu baca 3 menit
Kamis, 18 Jun 2026 08:13 0 10 Mei Swandini

Indobangkit.com Kediri – Kehadiran Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Tingkat III Angkatan 58 Batalyon Ksatriya Hawin Sarwahita yang sedang melaksanakan Latihan Kerja (Latja) di Polres Kediri Kota terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan pembinaan keamanan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan di Desa Puhsarang, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama Kapolsek Semen AKP Sonny Setiawan, S.Tr.K., S.I.K., M.Si., Kanit Binmas Aiptu Karji, Bhabinkamtibmas Desa Puhsarang Aipda Puguh Hari Santoso, Kepala Desa Puhsarang, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta warga setempat.

Dalam kegiatan tersebut, para Taruna Akpol tidak hanya belajar secara langsung mengenai pelaksanaan tugas kepolisian di tengah masyarakat, tetapi juga berupaya memberikan kontribusi nyata melalui pembentukan Kelompok Ojek Pariwisata Desa Puhsarang. Para pengemudi diberikan edukasi safety riding sebagai upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan berlalu lintas, sekaligus menerima bantuan helm keselamatan untuk menunjang aktivitas sehari-hari dalam melayani masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke kawasan wisata religi Puhsarang.

Selain itu, Taruna Akpol bersama warga juga melaksanakan revitalisasi Poskamling RT 01 RW 03 Desa Puhsarang sebagai bentuk dukungan terhadap sistem keamanan lingkungan berbasis partisipasi masyarakat. Bantuan sarana dan prasarana berupa tongkat T, borgol, jas hujan, senter, dan perlengkapan pendukung lainnya diserahkan guna menunjang pelaksanaan kegiatan ronda dan menjaga kesiapsiagaan warga dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif.

Melalui dialog yang berlangsung hangat dan penuh kebersamaan, para taruna menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada masyarakat agar terus menjaga keamanan lingkungan secara bersama-sama, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan, serta menghidupkan kembali budaya gotong royong sebagai fondasi utama dalam menjaga ketertiban masyarakat.

Kehadiran Taruna Akpol di tengah masyarakat mendapat sambutan positif dari warga. Selain menjadi sarana pembelajaran lapangan bagi para calon perwira Polri, kegiatan tersebut juga memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam mewujudkan keamanan yang dimulai dari lingkungan terkecil.

Latihan Kerja yang dijalani Taruna Akpol Tingkat III di Polres Kediri Kota merupakan bagian dari proses pembentukan calon pemimpin Polri yang profesional, humanis, dan mampu memahami secara langsung dinamika sosial masyarakat. Melalui berbagai kegiatan pembinaan masyarakat, para taruna dibekali pengalaman nyata untuk hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menyelesaikan berbagai permasalahan sosial.

Kapolres Kediri Kota, AKBP Dr. Anggi Saputra Ibrahim, menyampaikan bahwa kegiatan Latja menjadi momentum penting bagi para Taruna Akpol untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama pendidikan sekaligus menumbuhkan kepekaan sosial terhadap kebutuhan masyarakat.

“Melalui Latja ini, para Taruna Akpol dapat belajar langsung dari kondisi riil di lapangan, berinteraksi dengan masyarakat, memahami tantangan tugas kepolisian, serta menanamkan semangat pengabdian sejak dini. Kami berharap pengalaman ini dapat membentuk mereka menjadi perwira Polri yang profesional, berintegritas, dan selalu hadir untuk masyarakat,” ujar Kapolres.

Menurut AKBP Anggi, pembentukan Kelompok Ojek Pariwisata, edukasi keselamatan berkendara, serta bantuan sarana prasarana Poskamling merupakan bentuk kepedulian Polri bersama Taruna Akpol dalam mendukung keselamatan masyarakat sekaligus memperkuat sistem keamanan lingkungan yang melibatkan peran aktif warga.

Melalui kegiatan tersebut, para Taruna Akpol tidak hanya memperoleh pengalaman praktik kepolisian, tetapi juga menunjukkan komitmen Polri untuk terus hadir, melayani, dan mengayomi masyarakat melalui pendekatan yang humanis, kolaboratif, dan solutif.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA