
Indobangkit.com SIDOARJO – Semangat menghargai jasa para pendahulu dan mengenang perjuangan para pejuang bangsa terus dipelihara di tengah masyarakat. Hal tersebut tercermin dalam kegiatan Upacara Pemancangan Bambu Runcing Berbendera Merah Putih di pusara Alm. Bapak Awi Susanto, yang dilaksanakan pada Selasa, 11 Agustus 2026, bertempat di TPU Desa Kemangsen, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo.
Kegiatan tersebut juga dilanjutkan di kediaman Alm. Bapak Awi Susanto, Desa Kemangsen RT 20/RW 08, Kecamatan Balongbendo, sebagai bentuk penghormatan sekaligus penghargaan atas jasa dan pengabdian almarhum kepada bangsa dan negara.
Dalam kegiatan tersebut, Serka Afif Dwi Prayogo, Babinsa Koramil 0816/10 Balongbendo, turut hadir dan mengambil bagian dalam rangkaian penghormatan bersama unsur DHC/DHR Angkatan ’45, Polsek Balongbendo, Pemerintah Desa Kemangsen, keluarga almarhum, serta anggota DHR Angkatan ’45 Kecamatan Balongbendo. Rangkaian kegiatan diawali dengan Upacara Pemancangan Bambu Runcing Berbendera Merah Putih di pusara Alm. Bapak Awi Susanto. Upacara berlangsung secara khidmat, diawali dengan laporan Danup kepada Inspektur Upacara, dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan DHC Angkatan ’45.
Momen penuh makna kemudian berlangsung saat dilaksanakan pemancangan bambu runcing yang dihiasi bendera Merah Putih di pusara almarhum. Prosesi tersebut menjadi simbol penghormatan terhadap perjuangan, keberanian, serta semangat patriotisme yang telah diwariskan oleh para pendahulu bangsa. Usai pemancangan, dilaksanakan pengalungan bunga melati pada bambu runcing berbendera Merah Putih. Prosesi tersebut menjadi ungkapan penghormatan dan penghargaan atas pengabdian almarhum sekaligus pengingat bagi generasi penerus agar tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa.
Setelah upacara selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan di kediaman almarhum. Acara kemudian diisi dengan sambutan dari perwakilan keluarga Alm. Bapak Awi Susanto, yang menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah hadir serta memberikan penghormatan kepada almarhum.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan Surat Penghargaan kepada ahli waris Alm. Bapak Awi Susanto. Penyerahan tersebut menjadi bentuk penghormatan dan apresiasi atas jasa serta pengabdian almarhum yang diharapkan dapat menjadi kenangan berharga bagi keluarga.
Acara ditutup dengan pembacaan doa untuk almarhum dan para pejuang bangsa yang telah mendahului. Suasana berlangsung penuh kekhidmatan, sekaligus menjadi momentum untuk mengenang jasa para pendahulu yang telah memberikan kontribusi bagi perjalanan bangsa Indonesia.
Babinsa Koramil 0816/10 Balongbendo Serka Afif Dwi Prayogo menyampaikan bahwa kegiatan pemancangan bambu runcing berbendera Merah Putih bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan memiliki makna yang mendalam dalam menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap sejarah perjuangan bangsa. “Pemancangan bambu runcing berbendera Merah Putih ini merupakan bentuk penghormatan kita kepada almarhum dan para pejuang yang telah memberikan pengabdian bagi bangsa. Kita ingin nilai perjuangan, keberanian, persatuan, dan kecintaan kepada tanah air tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ungkapnya.
Serka Afif menambahkan, mengenang jasa para pejuang merupakan bagian penting dalam membangun karakter masyarakat yang memiliki rasa nasionalisme. Menurutnya, generasi sekarang tidak harus berjuang dengan mengangkat senjata, tetapi dapat meneruskan semangat para pendahulu melalui pengabdian, menjaga persatuan, membantu sesama, serta memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan bangsa. “Yang terpenting adalah bagaimana kita mampu meneruskan nilai-nilai perjuangan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menjaga kerukunan, menghormati sesama, mencintai tanah air dan berbuat yang terbaik bagi masyarakat, kita sudah ikut melanjutkan semangat perjuangan para pendahulu,” tambahnya.
Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, lancar dan penuh khidmat. Kehadiran Babinsa bersama unsur DHC/DHR Angkatan ’45, Polri, pemerintah desa, keluarga serta masyarakat menjadi gambaran kuatnya semangat kebersamaan dalam merawat sejarah dan menghormati jasa para pejuang bangsa. Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kemerdekaan Indonesia tidak lahir dengan mudah. Di balik kemerdekaan yang dinikmati generasi saat ini terdapat pengorbanan, keberanian dan ketulusan para pendahulu. Karena itu, menjaga persatuan dan mengisi kemerdekaan dengan karya serta pengabdian merupakan bentuk nyata untuk menghargai jasa mereka.
Tidak ada komentar