Hari Pramuka ke-65, Dandim Dorong Generasi Muda Tangguh dan Mandiri

waktu baca 5 menit
Jumat, 14 Agu 2026 09:18 0 1 Mei Swandini

Indobangkit.com SIDOARJO – Semangat membangun karakter generasi muda dan memperkuat kepedulian terhadap ketahanan pangan mewarnai Apel Besar Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 di Alun-Alun Kabupaten Sidoarjo, Jalan A. Yani, Jumat (14/8/2026).

Mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045”, kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.20 hingga 08.25 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Sidoarjo H. Subandi, S.H., M.Kn. selaku Pembina Upacara dan diselenggarakan dengan penanggung jawab Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Sidoarjo.

Apel besar tersebut menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali semangat kepramukaan sebagai wadah pembentukan karakter, kedisiplinan, kemandirian, keterampilan, kepedulian sosial, serta kecintaan terhadap bangsa dan negara.

Dalam amanatnya, Bupati Sidoarjo H. Subandi menegaskan bahwa Hari Pramuka tidak semata-mata menjadi agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, peringatan Hari Pramuka harus menjadi momentum untuk memperkuat peran Gerakan Pramuka dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa.

Pramuka diharapkan mampu menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, terampil, mandiri, bertanggung jawab, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat. Bupati juga mengajak seluruh jajaran Pramuka untuk terus menjaga kebersamaan dan membangun kolaborasi dengan berbagai pihak demi kemajuan daerah, bangsa, dan negara.

Bupati Sidoarjo menyerahkan penghargaan dan hadiah kepada para pemenang lomba dalam rangka Hari Pramuka. Pemberian penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap semangat, kreativitas, prestasi, dan partisipasi para anggota Pramuka dalam menyemarakkan peringatan Hari Pramuka ke-65.

Dandim 0816/Sidoarjo Letkol Inf. Abraham Prihadi, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan Apel Besar Hari Pramuka ke-65 di Kabupaten Sidoarjo. Menurutnya, Pramuka memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara pengetahuan, tetapi juga kuat dalam karakter dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya. “Gerakan Pramuka merupakan salah satu wadah yang sangat baik dalam membentuk generasi muda agar memiliki disiplin, tanggung jawab, kemandirian, keberanian, serta semangat kebersamaan. Nilai-nilai tersebut sangat dibutuhkan untuk menghadapi tantangan bangsa ke depan,” ujar Letkol Inf. Abraham.

Ia menilai tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045” memiliki makna yang sangat relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional.

Menurutnya, swasembada pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau kelompok tertentu, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda. “Generasi muda harus mulai dikenalkan dengan pentingnya ketahanan pangan sejak dini. Mereka perlu memahami bahwa pangan merupakan kebutuhan dasar dan bagian penting dari kekuatan suatu bangsa. Semangat Pramuka dapat diarahkan untuk menumbuhkan kepedulian, kreativitas, keterampilan, dan kesadaran dalam mendukung ketahanan pangan,” jelasnya.

Dandim menambahkan, pendidikan kepramukaan memiliki keunggulan karena proses pembelajarannya banyak dilakukan melalui pengalaman langsung. Kegiatan tersebut dapat menanamkan sikap gotong royong, kepemimpinan, kepedulian sosial, kemampuan bekerja dalam tim, serta kemampuan mengambil keputusan. “Pramuka tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga memberikan pengalaman. Anak-anak dan pemuda belajar bagaimana bekerja sama, menyelesaikan persoalan, membantu sesama, serta bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan. Inilah karakter yang sangat dibutuhkan untuk membangun Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” ungkapnya.

Letkol Inf. Abraham juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, dunia pendidikan, keluarga, pembina Pramuka, dan seluruh elemen masyarakat dalam membangun karakter generasi muda.

Menurutnya, pembentukan generasi yang tangguh tidak dapat dilakukan secara instan. Dibutuhkan proses panjang, keteladanan, pembinaan yang konsisten, serta lingkungan yang mampu memberikan ruang positif bagi anak-anak dan pemuda untuk berkembang. “Generasi muda adalah aset bangsa. Karena itu, kita semua memiliki tanggung jawab untuk memberikan ruang tumbuh yang positif. Mereka harus diarahkan agar memiliki cita-cita, semangat belajar, rasa percaya diri, sekaligus memiliki kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan,” katanya.

Dandim juga mengapresiasi para pembina dan anggota Kwartir Pramuka Sidoarjo yang selama ini terus berperan dalam berbagai kegiatan pendidikan karakter dan sosial kemasyarakatan.

Ia berharap semangat yang ditunjukkan dalam Apel Besar Hari Pramuka ke-65 tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. “Semangat Pramuka harus hadir dalam tindakan nyata. Disiplin di sekolah, peduli terhadap lingkungan, membantu sesama, menjaga persatuan, menghargai perbedaan, serta memiliki semangat untuk terus belajar dan berkarya merupakan bentuk sederhana dari pengamalan nilai-nilai kepramukaan,” tuturnya.

Terkait tema swasembada pangan, Dandim mendorong agar generasi muda ikut mengambil bagian melalui kegiatan-kegiatan sederhana yang dapat dilakukan di lingkungan sekolah maupun tempat tinggal.

Menurutnya, pemanfaatan lahan, kegiatan bercocok tanam, penghijauan, pengenalan berbagai jenis tanaman pangan, serta kepedulian terhadap lingkungan dapat menjadi sarana edukasi yang menarik bagi anggota Pramuka. “Tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Menanam sayuran di lingkungan sekolah, memanfaatkan lahan yang tersedia, menjaga kebersihan lingkungan, dan mengenal proses produksi pangan merupakan langkah sederhana yang dapat menumbuhkan kesadaran generasi muda tentang pentingnya ketahanan pangan,” jelasnya.

Ia berharap semangat tersebut dapat berkembang menjadi budaya positif yang dilakukan secara berkelanjutan. “Kalau sejak muda mereka sudah memiliki kepedulian terhadap pangan, lingkungan dan kehidupan sosial, kita optimistis mereka akan tumbuh menjadi generasi yang mampu memberikan kontribusi besar bagi bangsa,” tambahnya.

Dandim juga mengajak seluruh anggota Pramuka Sidoarjo untuk terus menjaga semangat persatuan dan kebersamaan. “Jadikan Pramuka sebagai tempat untuk belajar, bertumbuh dan berkarya. Bangun persahabatan, tumbuhkan rasa peduli, serta terus berikan kontribusi positif bagi masyarakat. Dari generasi muda yang berkarakter kuat, kita akan memiliki fondasi yang kokoh untuk menyongsong Indonesia Emas 2045,” tegas Letkol Inf. Abraham.

Peringatan Hari Pramuka ke-65 di Kabupaten Sidoarjo diharapkan tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun generasi muda yang berkarakter, mandiri, kreatif, peduli, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Dengan semangat kepramukaan yang terus tumbuh, generasi muda diharapkan mampu menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan daerah, memperkuat ketahanan pangan, menjaga persatuan, serta mengantarkan Indonesia menuju cita-cita besar Indonesia Emas 2045.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA