Mahakarya Batik Tulungagung 2026, Dorong Batik Lokal Naik Kelas dan Jadi Kebanggaan Daerah

waktu baca 2 menit
Senin, 24 Agu 2026 01:30 0 13 Mei Swandini

TULUNGAGUNG, Indobangkit.com — Semangat melestarikan sekaligus mengembangkan batik khas daerah kembali digaungkan Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui gelaran Mahakarya Batik Tulungagung 2026 yang berlangsung meriah di Gelanggang Olahraga (GOR) Lembu Peteng, Sabtu (22/8/2026).


Kegiatan yang mengusung tema “Kharisma Satu Jiwa Batik Tulungagung” tersebut dikemas dalam bentuk Fashion Show Batik dan Model Competition. Sebanyak 15 galeri batik terkemuka di Tulungagung turut ambil bagian dengan menampilkan karya-karya batik kepada masyarakat.


Gelaran tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus menyambut Hari Batik Nasional 2026. Selain menjadi ruang promosi produk lokal, kegiatan ini juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia serta memperkuat sektor ekonomi kreatif di Kabupaten Tulungagung.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia mengajak masyarakat untuk semakin mencintai dan menggunakan batik daerah sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, batik tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga mempunyai potensi besar dalam menggerakkan perekonomian masyarakat melalui para perajin, pelaku UMKM, desainer, hingga pelaku industri kreatif.


“Batik bukan sekadar warisan budaya, melainkan penggerak roda perekonomian daerah,” ujar Ahmad Baharudin dalam kegiatan tersebut.
Ia juga mendorong agar motif dan karakter batik khas Tulungagung, termasuk Batik Ngrowo, semakin dikenal luas. Penguatan produk lokal dinilai penting agar batik Tulungagung mampu memiliki daya saing lebih tinggi, baik di tingkat regional maupun nasional.
Mahakarya Batik Tulungagung 2026 juga menjadi momentum penting bagi daerah. Tulungagung dipercaya mewakili Jawa Timur dalam rangkaian peringatan Hari Batik tingkat provinsi yang akan berlangsung di Surabaya.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tulungagung berharap batik tidak berhenti sebagai warisan budaya, tetapi berkembang menjadi identitas daerah sekaligus sumber penghidupan bagi masyarakat. (Karyanto)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA