Maulid Nabi, Danrem Kohir: Dari Gelapnya Jahiliyah, Rasulullah Bawa Cahaya Perubahan hingga Hari Ini.

waktu baca 3 menit
Jumat, 28 Agu 2026 23:39 0 1 Mei Swandini

Indobangkit.com Surabaya – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak sekadar mengenang kelahiran seorang utusan Allah, tetapi juga mengingat kembali sebuah perubahan besar dalam sejarah peradaban manusia. Pesan tersebut disampaikan Danrem 084/Bhaskara Jaya Brigjen TNI Kohir dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M di Masjid Al Wathon Makorem 084/Bhaskara Jaya, Jalan Ahmad Yani No. 1 Surabaya, Jumat (28/8/2026).

Prajurit, PNS dan keluarga besar Korem 084/Bhaskara Jaya mengikuti kegiatan dengan penuh khidmat. Peringatan kali ini mengusung tema “Melalui Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M Kita Mantapkan Tekad Bersama Rakyat, TNI Prima dan Kuat Siap Wujudkan Indonesia yang Maju dan Berdaulat.” Tema tersebut menjadi pengingat bahwa ketangguhan TNI bukan hanya dibangun melalui kekuatan fisik dan kemampuan profesional, tetapi juga melalui kekuatan moral serta kedekatan dengan rakyat.

Dalam sambutannya, Danrem Kohir menekankan bahwa sebelum kelahiran Nabi Muhammad SAW, masyarakat Arab berada dalam masa jahiliyah, ketika berbagai bentuk ketidakadilan, kesesatan moral dan perpecahan begitu kuat dalam kehidupan masyarakat. Kehadiran Rasulullah SAW kemudian membawa perubahan besar melalui ajaran Islam yang menempatkan keimanan, akhlak, keadilan, persaudaraan dan kepedulian terhadap sesama sebagai dasar kehidupan.

“Kalau kita melihat sejarah, sebelum Rasulullah lahir, kehidupan berada dalam masa jahiliyah. Setelah Rasulullah lahir dan membawa risalah, terjadi perubahan besar dalam kehidupan manusia. Dari situlah kita belajar bahwa keteladanan seorang pemimpin mampu membawa perubahan dan memberikan arah bagi kehidupan,” ujar Danrem.

Menurutnya, semangat perubahan yang dibawa Rasulullah SAW tersebut tetap relevan hingga zaman sekarang. Tantangan kehidupan memang terus berubah, namun nilai kejujuran, kesabaran, kasih sayang, keadilan dan kepedulian kepada sesama tidak pernah kehilangan makna. Karena itu, prajurit harus mampu menerjemahkan nilai-nilai tersebut dalam pelaksanaan tugas dan kehidupan sehari-hari.

“Zaman terus berubah dari masa Rasulullah sampai sekarang. Tetapi nilai keteladanan beliau tetap menjadi pegangan. Sebagai prajurit, kita harus mampu menjadi bagian dari perubahan yang membawa kebaikan, hadir untuk rakyat, membantu kesulitan rakyat dan menjaga kepercayaan yang telah diberikan bangsa dan negara,” tegasnya.

Danrem berharap peringatan Maulid Nabi tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu melahirkan semangat untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas pengabdian. Menurutnya, menjadi prajurit yang kuat bukan berarti harus kehilangan sisi kemanusiaan. Justru kekuatan seorang prajurit akan semakin berarti ketika dibarengi kepedulian dan keikhlasan dalam membantu sesama.

Sementara itu, KH. Drs. Syukron Zazilan, S.Ag., M.Ag. dalam ceramahnya mengajak seluruh jamaah untuk mengenal lebih dekat perjalanan kehidupan dan akhlak Rasulullah Muhammad SAW. Keteladanan Rasulullah, mulai dari kejujuran, kesabaran, kasih sayang, keberanian hingga kepedulian terhadap sesama, menjadi nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga, kedinasan maupun bermasyarakat.

Dari Masjid Al Wathon, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H diharapkan menjadi momentum bagi keluarga besar Korem 084/Bhaskara Jaya untuk meneruskan semangat perubahan yang telah dicontohkan Rasulullah SAW. Jika dahulu Rasulullah membawa manusia keluar dari kegelapan jahiliyah menuju kehidupan yang berlandaskan iman dan akhlak, maka kini semangat itu dapat diwujudkan melalui pengabdian yang tulus, profesional dan bermanfaat bagi masyarakat. Sebab, zaman boleh berubah, tetapi keteladanan Rasulullah SAW akan selalu menjadi cahaya bagi setiap insan yang ingin menghadirkan kebaikan.

(Penrem 084)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA