
Indobangkit.com Surabaya – Gelap malam bukan sekadar suasana. Bagi peserta RISE Program, gelap menjadi ruang untuk menguji keberanian, ketenangan dan kekuatan sebuah kebersamaan. Di tengah langkah yang melewati tantangan jerit malam, mereka belajar satu hal penting: tidak ada perjalanan berat yang harus dihadapi sendirian.
Suasana tersebut menjadi bagian dari Resilience, Integrity and Synergy Enhancement Program (RISE Program) Refreshment Pembentukan Karakter Band 4 PT Petrokimia Gresik yang berlangsung di Makorem 084/Bhaskara Jaya, Surabaya. Rangkaian kegiatan yang digelar dalam tiga batch ini diikuti total 485 peserta.
Batch 1 diikuti 162 peserta pada 16–19 Juli 2026, Batch 2 sebanyak 162 peserta pada 30 Juli–2 Agustus 2026, dan Batch 3 sebanyak 161 peserta pada 27–30 Agustus 2026. Selama mengikuti program, peserta tidak hanya diajak mengasah kedisiplinan, tetapi juga belajar tentang kepemimpinan, kebersamaan, wawasan kebangsaan dan pentingnya membangun kekuatan tim.
Di bawah pimpinan Danrem 084/Bhaskara Jaya Brigjen TNI Kohir, program tersebut dikemas sebagai proses pembentukan karakter yang menyentuh sisi mental, sikap dan cara seseorang bekerja bersama orang lain. Materi Peraturan Baris-Berbaris (PBB), misalnya, bukan sekadar latihan gerakan dan ketepatan langkah, tetapi menjadi pembelajaran tentang disiplin, kekompakan dan kepatuhan terhadap aturan.
Setiap tahapan membawa pelajaran yang berbeda. Peserta belajar bahwa seorang pemimpin bukan hanya mereka yang berada di depan, tetapi juga mereka yang mampu mendengar, mengambil keputusan, bertanggung jawab dan memastikan tidak ada anggota tim yang tertinggal. Sementara kebersamaan mengajarkan bahwa keberhasilan tidak selalu lahir dari kemampuan individu, melainkan dari kepercayaan dan kepedulian satu sama lain.
Wakil Kasrem 084/BJ Kolonel Inf Nico Reza H. Dipura bersama Danlat Kasiops Korem 084/BJ Kolonel Inf Agus Al Fauzi turut mengawal pelaksanaan program agar seluruh rangkaian berjalan sesuai sasaran. Pendekatan yang diberikan tidak hanya menekankan ketahanan fisik, tetapi juga menanamkan nilai integritas dan sinergi sebagai fondasi penting dalam membangun lingkungan kerja yang solid.
Puncaknya hadir pada malam terakhir. Dalam latihan jurit malam, peserta harus melewati suasana gelap dengan tantangan yang menguji keberanian dan kekompakan. Ada rasa lelah, ada ketegangan, tetapi juga ada tangan yang saling membantu dan suara yang saling menguatkan. Pada titik itulah makna resilience menemukan bentuknya bukan tentang siapa yang paling kuat, melainkan siapa yang tetap bertahan dan memilih berjalan bersama.
Ketika seluruh rangkaian jurit malam berakhir, api unggun dinyalakan. Hangat cahayanya seolah menjadi penanda bahwa setiap perjuangan selalu memiliki akhir, dan setiap tantangan meninggalkan pelajaran. Di sekitar api unggun, suasana berubah menjadi lebih cair. Sekat-sekat yang sebelumnya ada perlahan mencair, berganti dengan rasa bangga karena telah melewati proses bersama.
Melalui RISE Program, sebagai bentuk Kegiatan Teritorial Korem 084/Bhaskara Jaya bersama PT Petrokimia Gresik, berupaya menghadirkan pembelajaran karakter yang tidak berhenti ketika peserta meninggalkan Makorem. Sebab disiplin bukan hanya tentang berdiri tegap dalam barisan, kepemimpinan bukan sekadar memberi perintah, dan kebersamaan bukan hanya tentang berjalan beriringan. Lebih dari itu, karakter tercermin dari keberanian untuk bertanggung jawab, integritas dalam bekerja dan kesediaan untuk tetap saling menguatkan ketika menghadapi tantangan.
(Penrem 084).
Tidak ada komentar