Simfoni Kebinekaan UPN , Pesan Kasipers Kasrem 084/BJ: Jangan Biarkan Perbedaan Memisahkan Kita.

waktu baca 3 menit
Sabtu, 12 Sep 2026 14:12 0 5 Mei Swandini

Indobangkit.com Surabaya – Bangsa Indonesia tidak dibangun dari keseragaman. Ia lahir dari perbedaan yang memilih untuk berjalan bersama. Pesan itulah yang mengemuka dalam Simfoni Kebinekaan dalam rangka Pengukuhan Mahasiswa Angkatan V Tahun dan Wisuda Pertama Mahasiswa UPN “Veteran” Jawa Timur, yang digelar di Grand Ballroom The Trans Luxury Hotel Surabaya, Sabtu (11/9/2026).

Mewakili Danrem 084/Bhaskara Jaya Brigjen TNI Kohir, Kasipers Kasrem 084/BJ Letkol Arm Drs. Syafei menghadiri kegiatan yang dipimpin Rektor UPN “Veteran” Jawa Timur Prof. Dr. Ir. Akhmad Fauzi, MMT., IPU. Momentum tersebut menjadi ruang penting untuk meneguhkan kembali bahwa pendidikan bukan hanya tentang meraih gelar, tetapi juga tentang membentuk manusia yang mampu hidup, bekerja dan berkarya di tengah keberagaman.

Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Wakil Kepala BIN RI, Gubernur Jawa Timur, Sekjen Diktisaintek dan Wakil Rektor Universitas Airlangga. Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa kampus memiliki posisi strategis dalam merawat persatuan sekaligus menyiapkan generasi yang mampu menjawab tantangan bangsa yang semakin kompleks.

Bagi para mahasiswa yang dikukuhkan dan wisudawan, hari itu bukan sekadar perpindahan status dari mahasiswa menjadi lulusan. Di balik toga dan gelar akademik, ada perjuangan panjang, pengorbanan orang tua, doa keluarga dan harapan besar agar ilmu yang diperoleh tidak berhenti di ruang kuliah, tetapi benar-benar kembali kepada masyarakat dalam bentuk karya dan pengabdian.

Kasipers Kasrem 084/BJ Letkol Arm Drs. Syafei menyampaikan pesan Danrem bahwa generasi muda harus menjadi kekuatan yang mampu menjaga Indonesia tetap kokoh di tengah derasnya perubahan. Kecerdasan akademik, menurutnya, harus berjalan seiring dengan karakter, integritas, kepedulian sosial dan kesadaran bahwa keberagaman merupakan kekuatan bangsa.

“Jangan biarkan perbedaan menjadi alasan untuk saling menjauh. Justru dari perbedaan itulah kita belajar untuk saling menghargai, bekerja sama dan membangun Indonesia. Kebinekaan harus menjadi energi untuk melahirkan karya, bukan sumber perpecahan,” kata Kasipers menyampaikan pesan Danrem.

Menurutnya, tantangan generasi muda saat ini tidak lagi sebatas persoalan akademik. Arus informasi yang begitu cepat, perkembangan teknologi dan perubahan sosial menuntut mahasiswa memiliki kemampuan berpikir kritis sekaligus keteguhan karakter. Karena itu, para lulusan diharapkan mampu menjadi pribadi yang adaptif tanpa kehilangan akar kebangsaan serta mampu menggunakan ilmu dan teknologi untuk menghadirkan manfaat nyata.

“Harapan Kasipers, para mahasiswa dan wisudawan UPN Veteran Jawa Timur mampu menjadi generasi yang tidak hanya sukses untuk dirinya sendiri, tetapi juga bermanfaat bagi lingkungan dan bangsa. Bawa semangat kebinekaan ke mana pun melangkah, rawat persatuan, bangun kolaborasi dan jadikan ilmu sebagai jalan pengabdian,” tegasnya.

Sebab, pada akhirnya, masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh seberapa tinggi ilmu yang dimiliki generasinya, tetapi juga oleh seberapa kuat mereka menjaga persatuan di tengah perbedaan.
(Penrem084).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA