
Indobangkit.com SIDOARJO – Kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan perekonomian masyarakat. Hal tersebut tercermin dalam kegiatan komunikasi sosial (Komsos) yang dilakukan Babinsa Koramil 0816/13 Wonoayu Serda Adi Muhlas bersama warga yang menjalankan usaha pengelolaan sampah di Desa Pagergumbuk, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (3/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Serda Adi Muhlas berdialog langsung dengan warga untuk mengetahui perkembangan usaha pengelolaan sampah sekaligus menggali berbagai potensi yang dapat dikembangkan dari kegiatan tersebut. Suasana komunikasi berlangsung santai dan penuh keakraban, namun tetap membahas sejumlah hal penting terkait kebersihan lingkungan, pemilahan sampah, pengelolaan limbah, hingga peluang ekonomi yang dapat dihasilkan.
Menurut Serda Adi Muhlas, sampah tidak selamanya harus dipandang sebagai persoalan lingkungan. Dengan pengelolaan yang tepat, sebagian sampah justru dapat memiliki nilai guna dan nilai ekonomi. “Pengelolaan sampah membutuhkan kesadaran dan perubahan pola pikir. Sampah yang sebelumnya dianggap tidak memiliki manfaat, apabila dipilah dan dikelola dengan baik, sebenarnya dapat menjadi sumber daya yang mempunyai nilai ekonomi. Karena itu, kegiatan seperti ini perlu terus didorong dan dikembangkan,” ujar Serda Adi.
Ia menjelaskan, pemilahan sampah dari sumbernya merupakan salah satu langkah penting dalam menciptakan sistem pengelolaan yang lebih efektif. Sampah organik dan anorganik dapat dipisahkan sehingga proses pengolahan berikutnya menjadi lebih mudah dan memiliki manfaat yang lebih optimal. “Hal sederhana seperti memilah sampah berdasarkan jenisnya mempunyai dampak yang cukup besar. Sampah anorganik yang masih memiliki nilai jual dapat dikumpulkan dan dimanfaatkan kembali, sementara sampah organik dapat diarahkan untuk pengolahan tertentu. Dengan demikian, volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan dapat ditekan,” jelasnya.
Serda Adi juga menilai, usaha pengelolaan sampah memiliki dimensi yang lebih luas karena tidak hanya berkaitan dengan kebersihan, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan ekonomi masyarakat. Apabila dikelola secara konsisten dan profesional, kegiatan tersebut berpotensi menciptakan lapangan usaha sekaligus meningkatkan pendapatan warga. “Yang perlu dibangun adalah kesadaran bahwa menjaga lingkungan bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah. Masyarakat memiliki peran strategis karena berada paling dekat dengan sumber timbulan sampah. Ketika masyarakat terlibat secara aktif, pengelolaan lingkungan akan menjadi lebih efektif dan berkelanjutan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Serda Adi Muhlas juga memberikan motivasi agar pelaku usaha pengelolaan sampah terus meningkatkan kualitas pengelolaan, termasuk dalam hal kebersihan tempat usaha, pemilahan material, pencatatan hasil, serta membangun jaringan dengan masyarakat maupun pihak lain yang dapat mendukung pemasaran hasil pengolahan.
Menurutnya, keberlanjutan sebuah usaha tidak hanya ditentukan oleh besarnya hasil yang diperoleh, tetapi juga oleh kemampuan pengelola dalam menjaga konsistensi, membangun kepercayaan, dan melihat peluang dari perubahan kebutuhan masyarakat. “Usaha yang berangkat dari persoalan lingkungan justru memiliki prospek yang baik apabila dikelola dengan inovasi dan manajemen yang tepat. Selain menghasilkan nilai ekonomi, manfaat sosialnya juga dapat dirasakan secara langsung karena lingkungan menjadi lebih bersih dan sehat,” tutur Serda Adi.
Komsos tersebut juga menjadi sarana bagi Babinsa untuk mempererat silaturahmi dengan masyarakat sekaligus menyerap berbagai informasi dan aspirasi yang berkembang di wilayah binaan. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan motivasi serta mendorong warga untuk terus mengembangkan kegiatan yang bersifat produktif dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Serda Adi menegaskan bahwa Babinsa akan terus membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat di wilayah binaannya. Menurut dia, kedekatan dengan warga menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang kondusif sekaligus memperkuat semangat gotong royong. “Melalui komunikasi yang baik, kita bisa mengetahui potensi sekaligus kendala yang dihadapi masyarakat. Harapannya, kegiatan positif seperti pengelolaan sampah ini dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari budaya masyarakat dalam menjaga kebersihan sekaligus membangun kemandirian ekonomi,” pungkasnya.
Kegiatan Komsos berlangsung dalam suasana aman, tertib, dan penuh kekeluargaan. Melalui sinergi antara Babinsa dan masyarakat, pengelolaan sampah di Desa Pagergumbuk diharapkan tidak hanya mampu menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga berkembang menjadi aktivitas produktif yang memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan warga.
Tidak ada komentar