Babinsa Waru Kawal Musrenbangdes, Dorong Pembangunan Berbasis Aspirasi Warga

waktu baca 3 menit
Senin, 5 Okt 2026 09:18 0 10 Mei Swandini

Indobangkit.com SIDOARJO – Perencanaan pembangunan desa membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat agar program yang disusun benar-benar menjawab kebutuhan warga. Semangat tersebut terlihat dalam pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Desa Waru, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, yang berlangsung di Hotel Papilio, Gayungan, Surabaya, Sabtu (3/10/2026).

Musrenbangdes menjadi ruang bersama bagi pemerintah desa dan masyarakat untuk membahas arah pembangunan sekaligus menyelaraskan berbagai usulan yang berkembang di tengah masyarakat. Forum tersebut juga menjadi bagian penting dalam memastikan proses pembangunan berjalan secara terencana, transparan, dan sesuai dengan skala prioritas desa.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan pada pukul 15.30 WIB, dilanjutkan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan pembacaan doa. Setelah itu, Kepala Desa Waru Mujiono menyampaikan sambutan sekaligus memberikan arahan mengenai pentingnya partisipasi seluruh elemen desa dalam menentukan program pembangunan.

Selanjutnya, Kasi Pembangunan Kecamatan Waru Bramasto, S.IP., memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan Musrenbangdes. Materi terkait perencanaan pembangunan kemudian disampaikan kepada peserta sebagai bekal dalam pembahasan program dan penyusunan prioritas pembangunan Desa Waru.
Memasuki agenda inti, Musrenbangdes dipimpin Sekretaris Desa Waru Slamet Purwadi. Forum berlangsung secara partisipatif dengan melibatkan unsur pemerintah desa, lembaga kemasyarakatan, tokoh masyarakat, hingga perwakilan warga melalui RT dan RW.
Pembahasan tersebut kemudian menghasilkan sejumlah kesepakatan yang dituangkan dalam dokumen perencanaan desa. Pada pukul 19.30 WIB, dilakukan penetapan dan penandatanganan berita acara RPJMDes 2026–2034 serta penetapan RKP Desa Waru oleh Kepala Desa Waru bersama Ketua BPD.

Babinsa Koramil 0816/16 Waru Desa Waru, Sertu Samsul, menyampaikan bahwa kehadirannya dalam Musrenbangdes merupakan bagian dari upaya TNI melalui Babinsa untuk terus membangun komunikasi dan menjalin kedekatan dengan pemerintah desa maupun masyarakat.

Menurutnya, Musrenbangdes bukan sekadar agenda administratif, tetapi menjadi wadah strategis untuk menyatukan berbagai aspirasi masyarakat ke dalam arah pembangunan desa. “Musrenbangdes merupakan momentum penting untuk menyerap dan menyatukan aspirasi masyarakat secara terbuka. Setiap usulan yang disampaikan hendaknya dapat dilihat berdasarkan tingkat kebutuhan, manfaat, serta kemampuan desa dalam merealisasikannya, sehingga pembangunan yang direncanakan benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujar Sertu Samsul.

Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan desa tidak hanya ditentukan oleh pemerintah desa, tetapi juga membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. “Pembangunan akan lebih kuat apabila masyarakat ikut terlibat sejak tahap perencanaan. Dengan adanya keterbukaan, komunikasi yang baik, serta musyawarah untuk mencapai kesepakatan, potensi perbedaan kepentingan dapat dikelola secara bijaksana dan diarahkan menjadi keputusan yang mengutamakan kepentingan bersama,” katanya.

Sertu Samsul juga mengajak masyarakat Desa Waru untuk terus menjaga semangat gotong royong setelah program pembangunan ditetapkan. Menurutnya, keterlibatan masyarakat tidak berhenti pada penyampaian usulan, tetapi juga diperlukan dalam mengawal pelaksanaan hingga pemanfaatan hasil pembangunan. “Kami berharap seluruh hasil Musrenbangdes yang telah disepakati dapat menjadi pedoman bersama dalam pelaksanaan pembangunan Desa Waru. Yang tidak kalah penting adalah menjaga kebersamaan dan gotong royong, karena pembangunan pada akhirnya bukan hanya tentang infrastruktur, tetapi juga bagaimana meningkatkan kualitas kehidupan dan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Sebagai aparat kewilayahan, Babinsa juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung terciptanya komunikasi yang harmonis antara pemerintah desa dan masyarakat. Kehadiran Babinsa diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi serta menjaga situasi wilayah tetap kondusif selama seluruh tahapan pembangunan berlangsung.

Musrenbangdes Desa Waru tersebut berlangsung dengan suasana tertib dan penuh kebersamaan. Forum ini sekaligus menjadi gambaran bahwa pembangunan yang dirancang melalui proses musyawarah dan melibatkan berbagai unsur masyarakat memiliki fondasi sosial yang lebih kuat untuk diwujudkan secara berkelanjutan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA