
Indobangkit.com SIDOARJO – Respons cepat dilakukan Babinsa Koramil 0816/13 Wonoayu, Serda Adi Muklas, setelah menerima informasi mengenai kebakaran tanaman tebu di Dusun Bendet RT 003/RW 003, Desa Pagerngumbuk, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (8/10/2026).
Sesaat setelah memperoleh laporan, Serda Adi Muklas segera mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus membantu proses penanganan. Kebakaran terjadi di area perkebunan tebu yang berada di wilayah Dusun Bendet dan berpotensi meluas apabila tidak segera dikendalikan.
Dalam penanganan tersebut, petugas Pemadam Kebakaran (PMK) Unit Krian mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran. Petugas bersama Babinsa dan warga masyarakat Pagerngumbuk bahu-membahu melakukan pemadaman untuk mengendalikan kobaran api.
Setelah proses pemadaman dilakukan, api berhasil dikendalikan. Petugas kemudian melanjutkan dengan pembasahan pada area yang terbakar. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak terdapat sisa bara atau titik panas yang berpotensi memicu munculnya kembali api.
Setelah dilakukan pengecekan dan kondisi dinyatakan benar-benar aman, petugas PMK meninggalkan lokasi. Penanganan kebakaran berlangsung dengan mengedepankan koordinasi antara petugas pemadam, aparat kewilayahan, serta masyarakat setempat.
Dua orang menjadi saksi dalam kejadian tersebut, yakni Jumadi (58), mandor tebu, dan Sodikin (54), dari PG Candi. Keduanya turut memberikan informasi terkait kondisi di sekitar lokasi kepada petugas yang melakukan penanganan.
Serda Adi Muklas mengatakan, kecepatan dalam merespons laporan menjadi salah satu faktor penting dalam penanganan kejadian kebakaran, khususnya di area perkebunan yang memiliki material mudah terbakar. “Begitu menerima informasi, saya langsung menuju lokasi untuk melihat kondisi secara langsung dan berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran serta masyarakat. Dalam situasi seperti ini, yang paling utama adalah memastikan api segera dikendalikan agar tidak merambat ke area lainnya,” ujar Serda Adi Muklas.
Menurutnya, pemadaman kebakaran tidak dapat hanya mengandalkan satu pihak. Diperlukan sinergi antara petugas PMK, aparat kewilayahan, dan masyarakat agar penanganan dapat berlangsung cepat serta terarah. “Alhamdulillah, petugas PMK dengan dua unit kendaraan pemadam bersama warga dan Babinsa dapat bekerja sama dengan baik. Setelah api padam, proses pembasahan tetap dilakukan secara menyeluruh. Ini penting karena bara yang masih tersisa dapat kembali memicu kebakaran apabila tidak dipastikan benar-benar aman,” jelasnya.
Serda Adi Muklas juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika berada di sekitar lahan pertanian maupun perkebunan yang memiliki vegetasi kering dan mudah terbakar. “Kesadaran masyarakat sangat penting dalam mencegah terjadinya kebakaran. Hal-hal kecil yang berpotensi menjadi sumber api perlu diperhatikan. Apabila menemukan indikasi kebakaran, segera laporkan agar dapat dilakukan penanganan sedini mungkin sebelum api berkembang menjadi lebih besar,” katanya.
Selain membantu proses pemadaman, Babinsa juga melakukan pendataan terhadap kondisi dan kerugian akibat kejadian tersebut sebagai bahan laporan kepada komando atas. Langkah ini menjadi bagian dari prosedur penanganan kejadian sekaligus untuk memperoleh gambaran faktual mengenai dampak yang ditimbulkan.
Kehadiran Babinsa di lokasi juga menjadi bentuk kepedulian aparat kewilayahan terhadap keamanan masyarakat dan lingkungan. Respons cepat tersebut diharapkan dapat memperkuat kesadaran bersama bahwa pencegahan dan penanganan bencana membutuhkan kepedulian serta kerja sama seluruh elemen masyarakat.
Dengan api yang telah berhasil dipadamkan dan proses pembasahan selesai dilakukan, kondisi di lokasi kebakaran dinyatakan aman.
Tidak ada komentar