
Indobangkit.com Surabaya – Di hadapan makam para pahlawan, pengabdian terasa memiliki makna yang lebih dalam. Mereka yang telah gugur meninggalkan pesan sederhana bahwa kemerdekaan bukanlah akhir perjuangan, melainkan amanah yang harus terus dijaga dan diteruskan oleh generasi berikutnya.
Pesan itulah yang terasa dalam Ziarah Nasional memperingati HUT ke-81 TNI di Taman Makam Pahlawan Sepuluh Nopember, Jalan Mayjen Sungkono No. 190, Dukuh Pakis, Surabaya, Senin (28/9/2026). Komandan Korem 084/Bhaskara Jaya Brigjen TNI Kohir hadir dalam kegiatan yang dipimpin Dankodiklatal Letnan Jenderal TNI (Mar) Nur Alamsyah, S.E., M.M., Tr.Han.
Di tengah suasana hening dan khidmat, para peserta memberikan penghormatan kepada para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raganya bagi bangsa. Bagi Brigjen TNI Kohir, momen tersebut menjadi kesempatan untuk kembali menundukkan hati sekaligus mengingat dari mana nilai-nilai pengabdian itu berasal.
“Ziarah ini bukan sekadar mengenang jasa para pahlawan. Ini menjadi pengingat bagi kita bahwa pengabdian kepada bangsa tidak boleh berhenti. Semangat perjuangan mereka harus terus hidup dalam setiap tugas yang kita jalankan,” ujar Brigjen TNI Kohir.
Menurut Danrem, tantangan yang dihadapi prajurit saat ini memang berbeda dengan masa perjuangan para pahlawan. Namun, satu hal yang tidak berubah adalah tanggung jawab untuk menjaga keutuhan bangsa, memberikan rasa aman dan hadir ketika masyarakat membutuhkan.
Karena itu, Danrem berharap HUT ke-81 TNI tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang TNI, tetapi juga menjadi titik untuk memperkuat kembali komitmen setiap prajurit dalam menjalankan tugas dengan tulus, profesional dan penuh tanggung jawab.
“Semangat para pahlawan harus menjadi inspirasi bagi kita untuk terus memberikan yang terbaik. TNI harus tetap dekat dengan rakyat, menjaga amanah dan menghadirkan manfaat nyata bagi bangsa dan masyarakat,” katanya.
Ziarah ditutup dengan penghormatan dan doa bagi arwah para pahlawan. Dari tempat itu, pesan perjuangan seolah kembali disampaikan tanpa kata: bahwa menghormati pahlawan bukan hanya dengan mengenang nama mereka, tetapi dengan meneruskan pengabdian untuk menjaga Indonesia tetap berdaulat, adil dan makmur.
(Penrem 084/BJ)
Tidak ada komentar