Tidak Ada Papan Nama Informasi, Pembangunan TPT yang Berada di poros Desa Petisbenem Dianggap Proyek Siluman

waktu baca 3 menit
Selasa, 17 Des 2024 03:17 0 154 Editor Mei

Gresik – Media Indobangkit.com – Desa Petisbenem di Kecamatan Duduksampeyan, Gresik, baru-baru ini menarik perhatian warga terkait proyek pembangunan tembok penahan tanah (TPT) Arah jalan poros Desa Petisbenem.

Pantauan Tim investigasi Media dan Lsm ditemukan hal mencolok proyek TPT tersebut tidak adanya papan nama proyek yang biasanya menjadi identitas dan informasi penting bagi masyarakat dan pekerjaan proyeknya digarap asal jadi diduga menyimpang dari RAB dan spesifikasi, Dikarenakan terlihat untuk pemasangan Batu Belah/kewal sangat ngawur dikarenakan tidak ada campuran luluh cor hanya batu Belah/Kewal hanya ditata seperti Roti tanpa ada campuran pasir atau luluh cor, Senen (16/12/2024).

Proyek ini sering disebut sebagai proyek siluman, karena minimnya transparansi yang diinformasikan ke Publik perihal sumber anggaran darimana, APBN atau APBD? Berapa volume dan nilainya, dari Dana desa atau Bantuan keuangan BKKPD (BK).

Tembok penahan tanah memiliki peran krusial dalam mencegah terjadinya longsor dan memastikan sangat berfungsi dengan baik. Dalam konteks Desa Petisbenem, proyek ini diharapkan dapat mengurangi risiko banjir yang sering mengganggu warga, terutama saat musim hujan.

Dengan adanya TPT, aliran air akan lebih terarah dan mengurangi dampak negatif terhadap lahan pertanian serta pemukiman warga. Absennya papan nama proyek menjadi sorotan utama. Papan nama proyek berfungsi sebagai sumber informasi mengenai nama proyek, anggaran, pelaksana, dan waktu penyelesaian.

Tanpa informasi ini, masyarakat merasa terabaikan dan khawatir tentang transparansi penggunaan anggaran. Ini juga menimbulkan spekulasi mengenai kualitas dan kelayakan proyek tersebut. Masyarakat berhak mengetahui siapa yang bertanggung jawab dan berapa besar Dana yang diinvestasikan untuk proyek ini.

Warga Desa Petisbenem telah mengungkapkan keprihatinan mereka. Banyak dari mereka yang menuntut kejelasan mengenai proyek ini, mengingat pentingnya TPT untuk mencegah bencana alam. Rasa ketidakpastian ini menciptakan ketidakpercayaan terhadap pihak-pihak yang terlibat.

Sebagian besar warga berharap pemerintah setempat dapat segera memberikan penjelasan dan memasang papan nama proyek untuk meningkatkan transparansi.

Dalam menghadapi situasi ini, pengawasan dari pemerintah daerah sangat penting. Proyek-proyek seperti ini harus melalui proses evaluasi yang ketat agar tidak terjadi penyalahgunaan anggaran.

Dengan adanya pengawasan yang baik, proyek TPT di Desa Petisbenem diharapkan dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Proyek tembok penahan tanah di Desa Petisbenem menjadi contoh nyata dari pentingnya transparansi dalam setiap proyek pembangunan. Masyarakat perlu dilibatkan dan diberikan informasi yang jelas untuk memastikan keberhasilan proyek ini.

Dengan pengawasan yang baik dan partisipasi aktif, diharapkan proyek TPT ini dapat memenuhi harapan warga dan menjadi langkah positif dalam mencegah bencana di masa depan.

Terpisah saat Tim investigasi Media dan Lsm langsung meluncur ke kantor Desa Petisbenem Guna konfirmasi ke Pak kades Nursahid sampai dikantor Desa pak kades Nursahid tidak berada di kantor Desa Petisbenem, Dan Tim investigasi mencoba menghubungi Pak kades Nursahid tujuan konfirmasi terkait proyek TPT tersebut tapi ngak ada respon Pak kades Nursahid terkesan bungkam dan menutupi kebobrokannya hingga berita ditayangkan. ( HNF/BOD )

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA