Santoso, Jurnalis Langka yang Ternyata Punya Rumah dan Ulang Tahun

waktu baca 2 menit
Selasa, 6 Mei 2025 01:16 0 83 Editor Mei

Indobangkit.com Gresik, –
Dalam peristiwa langka yang nyaris setara dengan gerhana matahari total, Santoso, seorang jurnalis senior yang lebih sering terlihat di warung kopi daripada di ruang tamu rumah sendiri, mendadak muncul di rumahnya. Momen bersejarah itu terjadi pada Senin (5/5/2025), ketika pria yang kini genap berusia 46 tahun itu diberi kejutan ulang tahun oleh istrinya.

“Awalnya saya kira itu interogasi, ternyata surprise,” ujar Santoso, yang refleks sempat mengangkat tangan karena dikira akan disidang atas kasus ‘pulang-malam-abadi’.

Yang lebih mengharukan sekaligus menghibur, Santoso terlihat senyum-senyum sendiri saat sang istri mengeluarkan kue ulang tahun. Ya, maklum, seumur hidup baru kali ini—sebuah fakta yang lebih menyayat dari deadline tanpa Wi-Fi. Senyumnya tipis, malu-malu, antara bahagia dan bingung harus meniup lilin atau minta konfirmasi narasumber dulu.

Kue ulang tahun yang disodorkan sang istri langsung membuat ruang tamu berubah jadi semacam konferensi pers darurat. Beberapa lilin sempat gagal menyala, diduga karena grogi melihat Santoso hadir secara fisik di rumah.

Santoso dikenal luas di kalangan jurnalis sebagai sosok misterius. Bukan karena tulisannya tajam atau investigasinya mendalam, tapi karena keberadaannya yang kadang nyata, kadang cuma meninggalkan jejak gelas kopi dan puntung rokok. Warga sekitar menyebutnya “hantu pers warung pojok”.

Namun, di antara keanehan dan keunikan itu, satu hal yang paling membingungkan teman-temannya: Santoso adalah sosok yang amat sangat sulit dimintai saldo. Minta pulsa? Ditolak. Kirim QRIS? Diabaikan. Bahkan saat diminta transfer Rp2.000 buat bayar parkir digital, ia menjawab, “Berita saya belum tayang, sabar.”

“Dia bisa wawancara narasumber sampai ke hutan, tapi kalau minta saldo, rasanya kayak negosiasi damai Israel-Palestina,” keluh salah satu temannya.

Namun, yang lebih mengejutkan dari semua ini: Santoso ternyata punya anak. Dan bukan anak sembarangan. Putrinya, Ersa Amelia, dikenal sebagai biduan dangdut yang kerap naik panggung hiburan rakyat. Ersa disebut-sebut sering menyanyikan lagu patah hati, konon terinspirasi dari sang ayah yang lebih sering memeluk kamera daripada memeluk keluarga.

“Mungkin ini pertanda dia akan pulang lebih sering,” harap sang istri dengan senyum penuh makna, sembari menyembunyikan catatan utang Santoso yang belum lunas di warung.

Hingga berita ini ditulis, Santoso dikabarkan kembali ‘menghilang’ usai acara. Terakhir terlihat membawa dua bungkus kacang dan berkata, “Sebentar, aku ke warung bentar, nulis bentar.”

Benar kata pepatah, jurnalis boleh tak punya kantor, tapi jangan sampai tak punya rumah — meski hanya sekadar untuk dikejutkan saat ulang tahun. (Bnc)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA