
Indobangkit.com Tulungagung, 4 Oktober 2025 – Sebuah truk pengangkut tebu terguling di depan Markas Polres Tulungagung, Jalan A.Yani Timur, pada Sabtu (4/10/2025) sekitar pukul 08.30 WIB. Kecelakaan tunggal tersebut menyebabkan arus lalu lintas di jalur utama kota Tulungagung sempat macet hingga lebih dari satu jam.
Truk bernomor polisi AG 8792 UK yang dikemudikan oleh Suyatno (45), warga Desa Sumberdadi, Kecamatan Rejotangan, diketahui melaju dari arah selatan menuju ke Pabrik Gula Rejo Agung. Saat melintas di depan Mapolres Tulungagung, kendaraan tiba-tiba oleng dan kemudian terguling ke sisi kiri jalan. Muatan tebu yang dibawanya berserakan hingga menutupi hampir separuh badan jalan.
“Awalnya truk berjalan normal, tapi tiba-tiba terdengar suara keras dari bawah truk, lalu oleng dan terguling. Sopir berusaha mengendalikan, tapi tak berhasil,” ujar Andi (32), salah seorang pedagang kaki lima yang berada di lokasi kejadian.
Akibat kejadian itu, sopir truk mengalami luka ringan di bagian tangan dan kaki akibat terjepit bodi kendaraan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Petugas kepolisian yang berada di dalam Mapolres segera keluar dan melakukan evakuasi cepat bersama warga sekitar.“Begitu terdengar suara keras, anggota langsung keluar membantu evakuasi. Kami pastikan tidak ada korban lain selain sopir,” ujar AKP Rian Dwi Saputra, Kasat Lantas Polres Tulungagung, saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.
Kasat Lantas menambahkan, hasil pemeriksaan sementara di lapangan menunjukkan bahwa penyebab kecelakaan diduga karena sistem pengereman truk tidak berfungsi dengan baik (rem blong). Polisi juga tengah memeriksa kelayakan kendaraan dan akan memanggil pemilik armada untuk dimintai keterangan.“Kami imbau kepada seluruh pengemudi angkutan berat, terutama pengangkut hasil panen seperti tebu, agar selalu melakukan pengecekan rutin terhadap kondisi rem dan ban sebelum berangkat,” tegas AKP Rian.
Warga sekitar berharap agar pihak berwenang dapat memperketat pengawasan terhadap kendaraan angkutan berat yang melintas di jalur perkotaan, terutama pada masa panen tebu yang saat ini sedang berlangsung.“Setiap musim giling selalu banyak truk besar lewat sini. Kadang muatannya berlebih, dan sering remnya bermasalah. Kami khawatir kalau tidak diawasi, bisa membahayakan pengguna jalan lain,” tutur Budi Santoso (40), warga Kelurahan Kepatihan.
Sekitar pukul 10.30 WIB, truk akhirnya berhasil dievakuasi menggunakan alat berat, dan arus lalu lintas kembali normal. Polisi masih melakukan pendataan dan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan tidak ada pelanggaran teknis dari pihak pengemudi maupun pemilik kendaraan.
Tidak ada komentar