
Indobangkit.com SIDOARJO – Harapan masyarakat untuk memiliki akses penghubung yang lebih baik semakin terwujud dengan diresmikannya Jembatan Perintis Garuda di Desa Sumorame, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo. Peresmian tersebut menjadi bagian dari launching Jembatan Garuda dan fasilitas air bersih secara nasional yang dilaksanakan melalui Video Conference (Vicon) bersama Presiden Republik Indonesia Jenderal TNI (HOR) (Purn) H. Prabowo Subianto, Kamis (13/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Jembatan Perintis Garuda Desa Sumorame tersebut diikuti sekitar 70 orang. Hadir dalam kegiatan antara lain Dandim 0816/Sidoarjo Letkol Inf Abraham Prihadi, S.H., M.H., para Perwira jajaran Kodim 0816/Sidoarjo, Camat Candi Yuni Rismawati, S.STP., Danramil 0816/02 Candi Kapten Inf Nur Qomari, Kepala Desa Sumorame Rochmanu beserta perangkat desa, Babinsa Desa Sumorame Serda Bachtiar, serta perwakilan masyarakat.
Sejak pagi, suasana di lokasi kegiatan terlihat semarak dan penuh antusiasme. Para tamu undangan mengikuti registrasi sekaligus melakukan persiapan perangkat sebelum mengikuti rangkaian Vicon. Kehadiran unsur TNI, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat menunjukkan kuatnya kolaborasi dalam mendukung pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh warga.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut disampaikan bahwa pembangunan jembatan secara nasional telah mencapai 3.008 titik. Sebanyak 2.500 titik telah selesai dibangun, sementara 508 titik lainnya masih dalam proses pengerjaan. Dari jumlah tersebut, 798 titik berada di wilayah yang terdampak bencana.
Pembangunan ribuan jembatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas antarkawasan, membuka akses masyarakat, sekaligus mendukung aktivitas sosial dan perekonomian di berbagai daerah. Infrastruktur yang dibangun diharapkan mampu menjadi penghubung penting bagi masyarakat, terutama wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.
Presiden RI Prabowo Subianto dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada jajaran TNI dan Polri yang telah bekerja keras serta memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat.
Presiden menegaskan bahwa TNI merupakan tentara rakyat dan Polri merupakan polisi rakyat. Karena itu, setiap pengabdian yang dilakukan kedua institusi tersebut harus senantiasa bermuara pada kepentingan rakyat, memberikan manfaat nyata, serta ikut memperkuat kesejahteraan masyarakat.
Presiden juga menyampaikan rasa bangga dan haru atas berbagai karya yang berhasil diwujudkan oleh TNI dan Polri. Peresmian ribuan jembatan tersebut menjadi gambaran bahwa semangat gotong royong dan pengabdian dapat melahirkan pembangunan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Puncak kegiatan ditandai dengan peresmian operasionalisasi jembatan dan titik air bersih oleh Presiden RI melalui penekanan tombol sirine. Setelah itu, Presiden melakukan interaksi dengan sejumlah perwakilan daerah yang mendapatkan pembangunan jembatan dan fasilitas air bersih.
Dandim 0816/Sidoarjo Letkol Inf Abraham Prihadi, S.H., M.H., menyampaikan bahwa peresmian Jembatan Perintis Garuda di Desa Sumorame merupakan momentum yang memiliki arti penting bagi masyarakat. Menurutnya, kehadiran jembatan tersebut tidak semata-mata menjadi pembangunan sebuah sarana fisik, tetapi juga merupakan bentuk nyata perhatian dan pengabdian untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. “Jembatan ini bukan hanya sebuah bangunan yang menghubungkan satu sisi dengan sisi lainnya. Lebih dari itu, jembatan ini menjadi penghubung aktivitas masyarakat, memperlancar mobilitas, membuka akses, serta diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap kehidupan sosial dan perekonomian warga,” ujar Letkol Inf Abraham.
Dandim menilai, pembangunan Jembatan Perintis Garuda memiliki nilai strategis karena infrastruktur yang memadai akan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.
Menurutnya, akses yang semakin baik dapat memberikan ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk bergerak, bekerja, berdagang, berinteraksi, maupun menjalankan kegiatan sosial kemasyarakatan. “Pembangunan infrastruktur pada dasarnya harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ketika akses menjadi lebih mudah, waktu tempuh dapat dipersingkat dan mobilitas warga menjadi lebih lancar, maka akan muncul manfaat lain yang turut mendukung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat,” jelasnya.
Letkol Inf Abraham juga menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh proses pengerjaan hingga peresmian. Hal yang tidak kalah penting adalah bagaimana masyarakat dapat menjaga dan memanfaatkan hasil pembangunan tersebut secara bertanggung jawab. “Setelah diresmikan, tanggung jawab kita bersama adalah menjaga dan merawatnya. Jembatan ini merupakan fasilitas untuk kepentingan masyarakat, sehingga keberadaannya harus dipelihara dengan baik agar dapat digunakan dalam jangka panjang,” tuturnya.
Lebih lanjut, Dandim menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Perintis Garuda tidak terlepas dari semangat kebersamaan dan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa, serta masyarakat.
Menurutnya, pembangunan yang menyentuh kepentingan masyarakat akan lebih kuat apabila dilaksanakan dengan komunikasi, koordinasi, dan gotong royong dari seluruh unsur terkait. “Sinergi merupakan kekuatan utama dalam menyelesaikan berbagai persoalan di wilayah. TNI melalui Babinsa akan terus hadir di tengah masyarakat, membantu mengawal program pembangunan dan mendorong terciptanya hubungan yang semakin erat antara aparat dengan warga,” ungkapnya.
Dandim menambahkan bahwa Babinsa memiliki peran penting dalam pembinaan wilayah karena berada dekat dengan masyarakat. Kehadiran Babinsa diharapkan dapat membantu mengidentifikasi berbagai kebutuhan warga sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi yang harmonis antara masyarakat dengan pemerintah. “Kehadiran Babinsa bukan hanya dalam kegiatan pertahanan dan keamanan, tetapi juga dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Babinsa harus mampu menjadi bagian dari solusi dan ikut mendorong terciptanya lingkungan yang aman, nyaman, produktif, dan sejahtera,” tegas Letkol Inf Abraham.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Desa Sumorame. “Terima kasih kepada seluruh personel TNI, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, perangkat desa, serta masyarakat yang telah mendukung pembangunan ini. Semoga apa yang telah diwujudkan bersama dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” katanya.
Bagi masyarakat Desa Sumorame, peresmian Jembatan Perintis Garuda menjadi momentum yang membawa harapan baru. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat semakin memudahkan akses warga dan memperlancar berbagai aktivitas yang sebelumnya menghadapi keterbatasan konektivitas.
Dandim berharap masyarakat dapat menjadikan keberadaan jembatan sebagai sarana untuk memperkuat kebersamaan dan mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki wilayah. “Harapan kami, masyarakat dapat memanfaatkan jembatan ini dengan sebaik-baiknya. Jangan hanya melihatnya sebagai fasilitas untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membuka peluang, memperkuat hubungan antarwarga, dan meningkatkan kesejahteraan bersama,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan, ketertiban, dan keamanan di sekitar jembatan. “Kalau kita ingin jembatan ini bertahan dan memberikan manfaat dalam waktu yang panjang, maka harus ada kepedulian bersama. Mari kita rawat, kita jaga, dan kita gunakan sesuai peruntukannya,” imbuhnya.
Letkol Inf Abraham menegaskan bahwa pembangunan yang berhasil bukan hanya pembangunan yang selesai secara fisik, melainkan pembangunan yang mampu menghadirkan perubahan positif bagi masyarakat. “Ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya terlihat dari berdirinya sebuah jembatan, tetapi dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat. Ketika warga lebih mudah beraktivitas, akses ekonomi semakin terbuka dan hubungan antarwilayah semakin lancar, di situlah pembangunan benar-benar memiliki arti,” pungkasnya.
Peresmian Jembatan Perintis Garuda di Desa Sumorame akhirnya tidak sekadar menjadi seremoni pembangunan infrastruktur. Lebih jauh, momentum tersebut menjadi gambaran nyata semangat pengabdian, gotong royong, dan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat.
Dengan hadirnya jembatan tersebut, masyarakat diharapkan dapat menikmati akses yang semakin mudah, mobilitas yang lebih lancar, serta peluang ekonomi yang lebih terbuka. Jembatan Garuda pun diharapkan menjadi penghubung harapan—menghubungkan akses, aktivitas, dan masa depan masyarakat menuju kehidupan yang semakin maju dan sejahtera.
Tidak ada komentar