Danrem Bhaskara Jaya Hadiri Renungan Suci, Hening Malam 17 Agustus Penuh Makna

waktu baca 2 menit
Minggu, 16 Agu 2026 22:26 0 4 Mei Swandini

Indobangkit.com Surabaya – Dalam keheningan malam yang dipenuhi suasana haru dan khidmat, penghormatan kepada para pahlawan kembali digelar di Taman Makam Pahlawan (TMP) Sepuluh Nopember Surabaya. Cahaya obor menerangi rangkaian Apel Kehormatan dan Renungan Suci (AKRS), menjadi simbol penghormatan atas pengorbanan para pejuang yang telah gugur demi tegaknya kemerdekaan Indonesia.

Komandan Korem 084/Bhaskara Jaya Brigjen TNI Kohir turut hadir dalam AKRS dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Provinsi Jawa Timur, Senin (17/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di TMP Sepuluh Nopember, Jalan Mayjen Sungkono No. 190, Dukuh Pakis, Surabaya, tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan dihadiri jajaran Forkopimda Jawa Timur.

Dalam suasana yang hening, seluruh peserta mengikuti prosesi penghormatan dan mengheningkan cipta untuk mengenang arwah para pahlawan. Tidak ada gemuruh, hanya kesunyian malam dan kobaran obor yang seakan mengajak setiap orang kembali mengingat perjalanan panjang bangsa menuju kemerdekaan.

Bagi Danrem 084/Bhaskara Jaya Brigjen TNI Kohir, AKRS bukan sekadar agenda seremonial. Momentum tersebut menjadi pengingat bagi seluruh generasi penerus bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini lahir dari keberanian, ketulusan dan pengorbanan para pahlawan.

“Renungan suci ini merupakan tradisi kenegaraan untuk mengenang jasa dan pengorbanan para pahlawan yang gugur demi kemerdekaan bangsa Indonesia. Nilai perjuangan mereka harus terus kita warisi dan diwujudkan melalui pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara,” ungkap Brigjen TNI Kohir.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan pentingnya memperkuat kebersamaan antara pemerintah, TNI, Polri, petani, nelayan, peternak dan seluruh komponen masyarakat dalam menghadapi tantangan pembangunan.

Salah satu komitmen tersebut diarahkan pada penguatan ketahanan pangan sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur serta memiliki ketahanan pangan yang kuat dan berkelanjutan.

AKRS kemudian menjadi pengingat bahwa perjuangan tidak berhenti ketika kemerdekaan diproklamasikan. Kini, perjuangan dilanjutkan melalui kerja nyata, menjaga persatuan, memperkuat ketahanan nasional dan menghadirkan pengabdian yang memberi manfaat bagi masyarakat. (Penrem 084)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA