Dari Grahadi, Danrem Bhaskara Jaya Titip Pesan untuk Paskibraka Jatim: Jaga Semangat Merah Putih

waktu baca 3 menit
Minggu, 16 Agu 2026 22:30 0 1 Mei Swandini

Indobangkit.com Surabaya – Ada mata yang berbinar, ada dada yang membusung bangga, dan ada orang tua yang diam-diam menahan haru. Minggu (16/8/2026), halaman Gedung Negara Grahadi Surabaya menjadi saksi ketika putra-putri terbaik Jawa Timur dikukuhkan sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Jawa Timur Tahun 2026.

Di balik seragam yang dikenakan dengan penuh kebanggaan, ada cerita panjang tentang latihan, disiplin, lelah yang harus ditahan, serta waktu bersama keluarga dan teman yang harus dikorbankan. Semua dijalani demi satu amanah: berdiri tegak membawa kehormatan Merah Putih pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Upacara pengukuhan dipimpin langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, jajaran Forkopimda Jawa Timur, para kepala OPD, anggota Paskibraka beserta orang tua, serta sejumlah undangan. Komandan Korem 084/Bhaskara Jaya Brigjen TNI Kohir turut hadir memberikan dukungan kepada para generasi muda tersebut.

Bagi Brigjen TNI Kohir, menjadi Paskibraka bukan sekadar kesempatan mengenakan seragam kebanggaan atau tampil dalam upacara kenegaraan. Lebih dari itu, kesempatan tersebut merupakan proses pembentukan karakter yang diharapkan menjadi bekal mereka menghadapi kehidupan setelah tugas selesai.

“Menjadi Paskibraka adalah kehormatan sekaligus amanah. Kalian dipercaya membawa Merah Putih, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana semangat Merah Putih itu kalian bawa dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Brigjen TNI Kohir.

Ia berpesan agar pengalaman selama menjalani pembinaan tidak berhenti ketika bendera telah dikibarkan dan seragam Paskibraka dilepas. Disiplin, kebersamaan, tanggung jawab dan keberanian yang telah ditempa harus terus hidup dalam keseharian, baik di sekolah, keluarga maupun lingkungan masyarakat.

“Teruslah menjadi pribadi yang disiplin, berkarakter, peduli kepada sesama dan mampu memberi manfaat. Jangan berhenti menjadi teladan setelah tugas ini selesai,” pesannya.

Menurut Brigjen TNI Kohir, mengisi kemerdekaan tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Seorang pelajar dapat menunjukkan kecintaan kepada Indonesia dengan belajar sungguh-sungguh, menghormati orang tua dan guru, menjaga persahabatan, menghargai perbedaan serta berani melakukan kebaikan meski dimulai dari hal sederhana.

“Saya berharap anak-anak ini tidak hanya bangga ketika mengenakan seragam Paskibraka, tetapi juga bangga menjadi bagian dari Indonesia. Terus belajar, terus bermimpi dan jangan berhenti berbuat baik. Masa depan bangsa ada di tangan generasi muda,” katanya.

Bagi para orang tua, pengukuhan itu tentu memiliki cerita yang berbeda. Di balik senyum dan tepuk tangan, terselip rasa haru melihat anak-anak mereka berdiri tegak setelah melewati proses panjang. Bukan hanya karena mereka dipercaya membawa Merah Putih, tetapi karena ada perubahan dalam diri anak-anak mereka: lebih disiplin, lebih percaya diri, lebih bertanggung jawab dan lebih memahami arti sebuah pengabdian.

Kini, tugas itu akan mereka jalankan. Namun sesungguhnya, perjalanan mereka baru saja dimulai. Merah Putih yang dikibarkan hanya berlangsung dalam hitungan menit, tetapi nilai yang menyertainya diharapkan melekat sepanjang hayat. Dari Grahadi, para Paskibraka Jawa Timur membawa pulang bukan hanya kebanggaan, tetapi juga sebuah pesan sederhana: jadilah generasi yang mampu menjaga Indonesia dengan karakter, prestasi, persatuan dan kebaikan. Dari langkah mereka hari ini, tersimpan harapan besar untuk Indonesia esok hari.(Penrem 084)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA