Danrem Bhaskara Jaya: Keluarga Adalah Kekuatan yang Menopang Pengabdian Prajurit.

waktu baca 3 menit
Kamis, 10 Sep 2026 01:08 0 4 Mei Swandini

Indobangkit.com Surabaya – Seragam dan tugas kedinasan memang melekat pada seorang prajurit. Namun, ada kekuatan lain yang kerap bekerja dalam keluarga. Di sanalah seorang prajurit menemukan ketenangan sebelum berangkat menjalankan tugas, mendapatkan semangat ketika menghadapi tantangan, dan menemukan kembali kehangatan saat kembali ke rumah.

Nilai tersebut menjadi pesan utama yang disampaikan Komandan Korem 084/Bhaskara Jaya Brigjen TNI Kohir dalam kegiatan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) bersama prajurit dan Persit Kartika Chandra Kirana di Aula Korem 084/BJ, Surabaya, Rabu (9/9/2026). Kegiatan mengangkat tema “Refleksi Diri Persit Kartika Chandra Kirana dalam Pengabdian Mendampingi Suami untuk Bangsa dan Negara.”

Bagi Brigjen TNI Kohir, pengabdian prajurit tidak hanya ditentukan oleh kesiapan individu dalam melaksanakan tugas. Ada lingkungan keluarga yang turut menentukan seberapa kuat seorang prajurit mampu menjaga fokus, ketenangan dan semangat ketika berada di tengah tuntutan pengabdian.

Danrem menilai, dukungan keluarga justru sering hadir melalui hal-hal sederhana. Sebuah perhatian, komunikasi yang terjaga, kesediaan memahami ketika waktu bersama berkurang, hingga keteguhan seorang istri dalam menjaga suasana rumah tetap harmonis merupakan bentuk dukungan yang memiliki arti besar.

“Ketenangan seorang prajurit dalam menjalankan tugas tidak terlepas dari suasana keluarganya. Ketika keluarga mampu memberikan dukungan dan penguatan, prajurit akan lebih siap melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab,” ujar Brigjen TNI Kohir.

Dalam kesempatan tersebut, Danrem juga mengingatkan bahwa menjadi bagian dari keluarga besar TNI membawa konsekuensi berupa tanggung jawab untuk menjaga sikap dan kehormatan. Persit diharapkan mampu menjadi teladan, baik dalam kehidupan keluarga maupun ketika berinteraksi dengan masyarakat.

Menurutnya, keharmonisan rumah tangga, pola komunikasi yang sehat, pendidikan anak serta penggunaan media sosial secara bijaksana merupakan bagian dari upaya menjaga nama baik keluarga dan satuan. Hal-hal tersebut mungkin terlihat sederhana, tetapi menjadi fondasi penting dalam membangun keluarga prajurit yang tangguh.

Brigjen TNI Kohir mengajak seluruh keluarga besar Korem 084/BJ menjadikan kegiatan refleksi diri bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum untuk memperbaiki dan memperkuat hubungan di dalam keluarga. Sebab, semakin kuat ikatan keluarga, semakin kokoh pula dukungan yang dapat diberikan kepada prajurit dalam menjalankan amanah negara.

Pada akhirnya, pengabdian seorang prajurit bukan hanya tentang keberanian ketika berada di medan tugas. Ada doa yang mengiringi dari rumah, ada keluarga yang belajar memahami arti penantian, dan ada anak-anak yang tumbuh dengan kerinduan terhadap sosok ayah yang kerap harus mendahulukan tugas negara.

Dari rumah yang penuh pengertian itulah pengabdian menemukan pijakannya. Dan ketika keluarga mampu menjadi tempat untuk saling menguatkan, seorang prajurit tidak hanya berangkat dengan seragam dan tanggung jawab, tetapi juga membawa doa, cinta dan keyakinan bahwa ada orang-orang yang selalu menunggunya pulang.

(Penrem 084)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA