Babinsa Sukodono Dampingi Pawai Hari Santri, Tanamkan Cinta Tanah Air

waktu baca 4 menit
Kamis, 22 Okt 2026 08:04 0 3 Mei Swandini

Indobangkit.com SIDOARJO – Semangat religius, kebersamaan, dan nasionalisme mewarnai pawai Hari Santri Nasional 2026 yang digelar Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Hidayah di Desa Suko, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (22/10/2026). Diikuti sekitar 300 santri dan santriwati, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai keislaman sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Tanah Air.

Babinsa Koramil 0816/15 Sukodono, Serka Gunawan, bersama Bhabinkamtibmas Polsek Sukodono, Aipda Andik Akhmad, turut hadir mendampingi kegiatan tersebut. Kehadiran aparat kewilayahan ini menjadi wujud dukungan terhadap aktivitas pendidikan keagamaan sekaligus mempererat hubungan antara TNI-Polri, lingkungan pesantren, dan masyarakat.

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB itu diikuti para santri dan santriwati, jajaran pengasuh, ustaz, serta dewan guru SMP dan SMA Alamin Ponpes Bahrul Hidayah. Ketua Yayasan Ponpes Bahrul Hidayah, Gus Ali, juga hadir bersama panitia untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan sesuai rencana.

Suasana peringatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lagu santri. Momen tersebut menghadirkan pesan bahwa pendidikan pesantren tidak hanya membekali generasi muda dengan ilmu agama, tetapi juga menanamkan semangat persatuan, tanggung jawab, dan pengabdian kepada bangsa.

Ketua Panitia, Ustad Adhan Saahli, S.Pd., menyampaikan sambutan dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan serta berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa pawai Hari Santri bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sarana untuk menumbuhkan semangat keislaman, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta mengenang jasa para ulama dan santri yang turut berjuang dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Ustad Adhan juga mengingatkan seluruh peserta agar mengikuti pawai dengan tertib, penuh semangat, serta senantiasa mengutamakan keselamatan. Para santri diharapkan mampu menunjukkan sikap santun, menjaga akhlak, dan menjadi teladan yang baik bagi lingkungan sekitarnya.

Menurutnya, Hari Santri merupakan momentum untuk membangun generasi penerus yang berilmu, berakhlak mulia, mencintai Tanah Air, serta memiliki kepedulian terhadap kehidupan sosial dan masa depan bangsa.

Pemberangkatan pawai dilakukan pada pukul 08.25 WIB oleh Ketua Yayasan Ponpes Bahrul Hidayah, Gus Ali. Dengan penuh antusias, sekitar 300 peserta bergerak menyusuri rute sepanjang kurang lebih dua kilometer, melewati kawasan Suko Legok dan Perumahan Pondok Jati, kemudian menuju kawasan Taman Phinis sebelum kembali ke lingkungan Ponpes Bahrul Hidayah.

Sepanjang perjalanan, para santri dan santriwati mengikuti kegiatan dengan semangat kebersamaan. Pawai tersebut menjadi ruang bagi para peserta untuk mengekspresikan kegembiraan dalam memperingati Hari Santri, sekaligus memperkenalkan nilai-nilai kehidupan pesantren kepada masyarakat.

Di balik kemeriahan kegiatan, tersimpan pesan penting mengenai pembentukan karakter generasi muda. Kekompakan dalam berjalan bersama, kepatuhan terhadap arahan panitia, serta sikap saling menghormati menjadi pembelajaran sederhana yang dapat diterapkan para santri dalam kehidupan sehari-hari.

Babinsa Koramil 0816/15 Sukodono, Serka Gunawan, menyampaikan bahwa peringatan Hari Santri memiliki arti penting dalam membangun generasi muda yang religius, disiplin, berkarakter, dan memiliki semangat nasionalisme.

Menurutnya, santri merupakan bagian penting dari generasi penerus bangsa yang diharapkan mampu mengintegrasikan pemahaman agama, ilmu pengetahuan, dan kecintaan terhadap Tanah Air. Bekal tersebut menjadi fondasi untuk menghadapi perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai moral dan budaya luhur bangsa. “Peringatan Hari Santri hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan tahunan, tetapi juga menjadi pengingat bagi kita semua untuk meneladani perjuangan para ulama dan santri yang telah memberikan sumbangsih besar bagi kemerdekaan Indonesia. Santri harus terus belajar, menjaga akhlak, memperkuat persatuan, serta menumbuhkan rasa cinta kepada Tanah Air,” ungkap Serka Gunawan.

Ia menambahkan, kegiatan pawai seperti ini memiliki nilai edukatif karena memberikan kesempatan kepada para santri untuk belajar tentang kedisiplinan, kebersamaan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan. Nilai-nilai tersebut perlu terus ditanamkan agar para santri tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga mampu berkontribusi positif bagi masyarakat.

Serka Gunawan juga mengapresiasi peran yayasan, pengasuh pesantren, dewan guru, panitia, serta seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, sinergi antara lembaga pendidikan keagamaan dan aparat kewilayahan merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang harmonis, aman, serta mendukung pembinaan generasi muda.

Kehadiran Babinsa di tengah kegiatan masyarakat, lanjutnya, merupakan bentuk dukungan terhadap upaya membangun kedekatan dan komunikasi yang baik dengan seluruh elemen masyarakat. Melalui kebersamaan tersebut, diharapkan tercipta hubungan yang semakin erat dalam menjaga kerukunan dan memperkuat persatuan di wilayah Sukodono.

Melalui peringatan Hari Santri Nasional ini, Ponpes Bahrul Hidayah diharapkan terus menjadi bagian dari upaya mencetak generasi yang berilmu, berakhlak mulia, serta memiliki jiwa kebangsaan yang kuat. Semangat para santri diharapkan tidak berhenti pada kemeriahan pawai, tetapi diwujudkan melalui perilaku sehari-hari, kepedulian terhadap sesama, dan pengabdian nyata bagi agama, masyarakat, serta bangsa dan negara.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA