Babinsa Dampingi Pengecekan Dapur SPPG, Pastikan Makanan Aman dan Berkualitas

waktu baca 4 menit
Sabtu, 12 Sep 2026 02:05 0 8 Mei Swandini

Indobangkit.com SIDOARJO – Upaya menjaga kualitas, kebersihan, dan keamanan makanan dalam pelaksanaan program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terus mendapat perhatian. Hal tersebut ditunjukkan melalui kegiatan pengecekan dan pengambilan sampel makanan yang dilaksanakan oleh Tim Puskesmas Tambakrejo di Dapur SPPG Yayasan Kayan Shava Abadi, Desa Tambakrejo, Kecamatan Waru, Kamis (10/9/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari pemantauan terhadap proses pengelolaan makanan, mulai dari kebersihan lingkungan dapur, penyimpanan bahan makanan, pengaturan suhu, hingga pengambilan sampel untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut melalui uji laboratorium.

Tim Puskesmas Tambakrejo tiba di Dapur SPPG Tambakrejo dan disambut oleh Kepala SPPG beserta jajaran. Setelah melakukan koordinasi singkat, tim langsung melaksanakan pengecekan secara menyeluruh terhadap sejumlah aspek yang berkaitan dengan kebersihan dan keamanan pengolahan makanan. Dari hasil pengecekan tersebut, Tim Puskesmas memberikan sejumlah catatan dan arahan sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan standar pengelolaan dapur SPPG.

Beberapa hal yang menjadi perhatian antara lain masih ditemukannya rak sepatu yang ditempatkan di ruang steril. Tim memberikan arahan agar perlengkapan yang tidak berkaitan dengan proses pengolahan makanan tidak ditempatkan di area steril guna menjaga kebersihan dan mencegah potensi kontaminasi. Selain itu, alur keluar-masuk bahan makanan mentah dan makanan matang masih menggunakan satu pintu. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena pemisahan alur bahan mentah dan makanan matang diperlukan untuk meminimalkan risiko terjadinya kontaminasi silang selama proses pengolahan maupun distribusi makanan.

Tim juga memberikan catatan terkait ruang penyimpanan bahan makanan yang masih berada dalam satu ruangan dengan bahan-bahan zat kimia. Untuk menjaga keamanan pangan, bahan makanan perlu dipisahkan dari zat kimia maupun bahan lain yang berpotensi menimbulkan kontaminasi. Selanjutnya, setiap bahan makanan yang tersimpan juga diingatkan agar diberikan label yang jelas. Pelabelan diperlukan untuk memudahkan identifikasi bahan, mengetahui masa penyimpanan, serta membantu petugas dalam menerapkan sistem pengelolaan bahan makanan secara tertib dan terkontrol.

Pengendalian suhu penyimpanan maupun kondisi lingkungan dapur juga menjadi perhatian. Tim Puskesmas mengingatkan agar suhu dikontrol secara berkala pada pagi, siang, dan malam hari sehingga kondisi penyimpanan bahan makanan tetap berada dalam batas yang aman dan sesuai ketentuan. Pada kesempatan tersebut, Tim Puskesmas Tambakrejo juga melakukan pengambilan sampel makanan untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan melalui uji laboratorium. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan makanan yang diolah dan disajikan memenuhi aspek keamanan serta kelayakan konsumsi.

Babinsa Koramil 0816/16 Waru Desa Tambakrejo Serda Arif menyampaikan bahwa kegiatan pengecekan dan pengambilan sampel makanan merupakan langkah positif dalam menjaga kualitas pelaksanaan program SPPG, khususnya dalam memberikan makanan yang aman, bersih, dan memenuhi standar kesehatan kepada masyarakat penerima manfaat. “Kami mendukung penuh kegiatan pemantauan yang dilakukan oleh Puskesmas. Pengecekan seperti ini sangat penting agar setiap proses pengolahan makanan di dapur SPPG benar-benar memperhatikan kebersihan, keamanan, serta kualitas bahan makanan yang digunakan,” ujar Serda Arif.

Menurutnya, berbagai catatan yang disampaikan Tim Puskesmas hendaknya tidak dipandang sebagai kekurangan semata, melainkan sebagai bahan evaluasi dan perbaikan bersama. Dengan adanya pemantauan secara berkala, pengelola SPPG dapat terus meningkatkan tata kelola dapur sehingga semakin tertib, higienis, dan aman. “Catatan yang diberikan oleh Tim Puskesmas tentunya menjadi masukan yang sangat berharga. Hal-hal seperti pemisahan bahan mentah dan matang, penempatan bahan kimia, pelabelan bahan makanan, pengaturan suhu, serta kebersihan ruang steril harus menjadi perhatian bersama. Tujuannya sederhana, yaitu memastikan makanan yang sampai kepada penerima manfaat benar-benar aman dan berkualitas,” jelasnya.

Serda Arif juga menegaskan pentingnya sinergi antara pengelola SPPG, Puskesmas, Babinsa, dan seluruh pihak terkait dalam melakukan pengawasan. Menurutnya, menjaga kualitas makanan bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, tetapi merupakan upaya bersama demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Kami berharap hasil pengecekan ini dapat segera ditindaklanjuti oleh pengelola SPPG. Dengan kerja sama dan kepedulian semua pihak, berbagai kekurangan dapat diperbaiki secara bertahap sehingga standar kebersihan dan keamanan pangan semakin baik. Yang paling utama adalah memberikan rasa aman dan kepercayaan kepada masyarakat,”** pungkas Serda Arif.

Kegiatan pengecekan dan pemantauan oleh Tim Puskesmas Tambakrejo. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan pengelolaan makanan yang higienis, aman, berkualitas, dan berorientasi pada kesehatan masyarakat.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA