
Indobangkit.com SIDOARJO – Membangun budaya tertib berlalu lintas tidak cukup hanya dengan mengandalkan aturan, tetapi membutuhkan kesadaran dan kepedulian bersama. Semangat tersebut terlihat dalam kegiatan Kampung Tertib Lalu Lintas yang dilaksanakan Polresta Sidoarjo di Perum Graha Mutiara, Desa Kebonagung, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, Jumat (11/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti unsur TNI-Polri, Forkopimka Sukodono, pengurus lingkungan, serta masyarakat setempat. Babinsa Koramil 0816/15 Sukodono, Serma Agus, turut hadir sebagai bentuk dukungan terhadap upaya menciptakan lingkungan yang aman, tertib, nyaman, sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan berlalu lintas.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyambutan Tim Penilai dari Polda Jawa Timur oleh keluarga besar TK Mutiara Anak Sholeh. Kehadiran anak-anak dan pihak sekolah turut memberikan suasana hangat sekaligus menjadi gambaran bahwa edukasi tertib lalu lintas dapat dikenalkan sejak usia dini.
Setelah itu, Tim Penilai bersama rombongan menuju Balai RW Perum Graha Mutiara. Kedatangan tim disambut oleh unsur Forkopimka Sukodono, pengurus lingkungan, serta masyarakat yang telah berkumpul untuk mengikuti kegiatan. Acara kemudian diawali dengan doa bersama, dilanjutkan sambutan Ketua RW Perum Graha Mutiara. Dalam sambutannya disampaikan apresiasi dan dukungan warga terhadap program Kampung Tertib Lalu Lintas yang diharapkan mampu menjadi wadah untuk membangun kebiasaan positif serta meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap keselamatan di jalan.
Selanjutnya, AKP Saiful Ilmi selaku Tim Asistensi Subdit Kamseltibcarlantas Polda Jatim memberikan arahan dan pendampingan terkait pelaksanaan Kampung Tertib Lalu Lintas. Dalam kesempatan tersebut ditekankan pentingnya menjaga keberlanjutan program agar tertib lalu lintas tidak berhenti pada kegiatan penilaian saja, tetapi benar-benar menjadi budaya yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai bagian dari dukungan terhadap penerapan tertib lalu lintas di lingkungan perumahan, Tim Asistensi Subdit Kamseltibcarlantas Polda Jatim menyerahkan alat kontak tertib lalu lintas kepada perwakilan RT dan unsur keamanan Perum Graha Mutiara.
Penyerahan tersebut diharapkan dapat membantu pengurus lingkungan dan masyarakat dalam menyampaikan pesan-pesan keselamatan, mengingatkan warga untuk mematuhi aturan, serta membangun kepedulian bersama terhadap keamanan dan ketertiban berlalu lintas.
Babinsa Koramil 0816/15 Sukodono Serma Agus menyampaikan bahwa kehadiran Kampung Tertib Lalu Lintas merupakan langkah positif untuk membangun kesadaran masyarakat dari lingkungan terkecil. “Tertib lalu lintas pada dasarnya merupakan bagian dari kepedulian kita terhadap keselamatan bersama. Ketika masyarakat sudah memiliki kesadaran untuk mematuhi aturan, saling mengingatkan, dan menghargai pengguna jalan lainnya, maka lingkungan akan menjadi lebih aman dan nyaman,” ujar Serma Agus.
Menurutnya, pembentukan budaya tertib berlalu lintas perlu dilakukan secara konsisten dan melibatkan seluruh elemen masyarakat. Edukasi tidak hanya diberikan kepada pengendara, tetapi juga kepada anak-anak dan generasi muda agar sejak dini memahami pentingnya keselamatan ketika berada di jalan. “Kami sangat mendukung program Kampung Tertib Lalu Lintas ini. Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah wilayah, pengurus RT/RW, unsur keamanan, sekolah, dan masyarakat merupakan kekuatan penting dalam membangun budaya keselamatan. Hal-hal sederhana seperti memakai helm, mematuhi rambu, tidak menggunakan kendaraan secara ugal-ugalan, dan menghormati pengguna jalan lainnya harus terus dibiasakan,” jelasnya.
Serma Agus menambahkan, lingkungan perumahan memiliki peran strategis dalam membentuk kebiasaan masyarakat. Dari lingkungan keluarga dan tempat tinggal, nilai kedisiplinan dapat ditanamkan sehingga kepatuhan terhadap aturan lalu lintas menjadi kesadaran pribadi, bukan semata-mata karena adanya pengawasan. “Kami berharap Graha Mutiara dapat menjadi contoh bahwa menciptakan lingkungan tertib dan aman membutuhkan kepedulian semua pihak. Mari kita jadikan keselamatan sebagai kebutuhan bersama. Jangan sampai kelalaian sesaat menyebabkan kerugian atau penyesalan yang berkepanjangan,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat untuk terus menjaga komunikasi dan kebersamaan di lingkungan. Apabila ditemukan potensi gangguan ketertiban atau perilaku yang dapat membahayakan keselamatan, masyarakat diharapkan tidak ragu untuk saling mengingatkan secara santun dan persuasif. “Tertib bukan karena takut kepada aturan, tetapi karena kita sadar bahwa setiap perjalanan memiliki tujuan dan ada keluarga yang menunggu kita pulang dengan selamat. Kesadaran seperti inilah yang harus terus kita tumbuhkan bersama,” pungkas Serma Agus.
Usai penyampaian arahan dan penyerahan alat kontak tertib lalu lintas, kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama seluruh unsur yang hadir. Kebersamaan tersebut menjadi simbol kuatnya sinergi antara aparat, pemerintah, pengurus lingkungan, dan masyarakat dalam mendukung terciptanya budaya tertib berlalu lintas.
Seluruh rangkaian kegiatan Kampung Tertib Lalu Lintas berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan Perum Graha Mutiara tidak hanya menjadi kawasan permukiman yang nyaman, tetapi juga mampu menjadi lingkungan yang menjunjung tinggi kedisiplinan, keselamatan, kepedulian, dan ketertiban berlalu lintas.
Dengan semangat kebersamaan, budaya tertib berlalu lintas diharapkan tumbuh dari keluarga, lingkungan tempat tinggal, hingga menjadi kebiasaan masyarakat secara luas demi terwujudnya keselamatan dan kenyamanan bersama.
Tidak ada komentar