
Indobangkit.com SIDOARJO – Memastikan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang telah mencapai 100 persen benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan, Anggota Koramil 0816/18 Sedati, Wahyu Galih Subroto, turut mendampingi Tim Gabungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam pelaksanaan Verifikasi dan Validasi (Verval) bangunan KDKMP Desa Betro, Kecamatan Sedati, Jumat (2/10/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB hingga selesai tersebut merupakan bagian dari tahapan pemeriksaan terhadap bangunan KDKMP yang telah dinyatakan rampung.
Verifikasi dilakukan secara langsung di lapangan untuk memperoleh gambaran faktual mengenai kondisi bangunan sekaligus memastikan kesesuaian antara hasil pembangunan dengan ketentuan dan kebutuhan yang telah ditetapkan.
Dalam pelaksanaan Verval hari pertama, Tim Gabungan Pemkab Sidoarjo melakukan pengecekan terhadap bangunan KDKMP Betro secara menyeluruh. Pemeriksaan tersebut mencakup kondisi fisik bangunan serta sejumlah aspek pendukung yang berkaitan dengan kesiapan fasilitas sebelum nantinya dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan koperasi dan pelayanan kepada masyarakat.
Tim Verval terdiri dari Dinas Koperasi Achmad Zakhirman, BPKAD Hengky Wahyudi, PMD Ony, Sekda Aswin Damardono, serta P2CKIR Rifqi Ayzudin. Kehadiran lintas unsur tersebut menunjukkan adanya koordinasi dan kolaborasi dalam memastikan proses verifikasi berjalan secara objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sementara itu, Anggota Koramil 0816/18 Sedati Wahyu Galih Subroto hadir sebagai pendamping dari unsur Kodim. Ia turut membantu kelancaran kegiatan sekaligus mendukung komunikasi antara tim pemeriksa dengan unsur kewilayahan selama proses pengecekan berlangsung.
Wahyu mengatakan, pendampingan dalam kegiatan Verval merupakan bagian dari komitmen TNI di wilayah untuk membantu memastikan berbagai program pembangunan yang menyentuh kepentingan masyarakat dapat berjalan dengan baik. “Pendampingan ini merupakan bentuk sinergi antara unsur kewilayahan dengan pemerintah daerah. Kami membantu kelancaran pelaksanaan verifikasi di lapangan, sehingga tim dapat memperoleh informasi dan gambaran kondisi bangunan secara langsung, objektif, dan sesuai keadaan sebenarnya,” ujar Wahyu.
Menurutnya, penyelesaian pembangunan hingga mencapai 100 persen merupakan tahapan penting, tetapi bukan menjadi akhir dari seluruh proses. Setelah bangunan selesai secara fisik, diperlukan pemeriksaan untuk memastikan fasilitas tersebut memiliki kesiapan yang memadai sebelum digunakan. “Bangunan yang sudah selesai perlu dipastikan tidak hanya secara fisik, tetapi juga dari sisi fungsi dan kemanfaatannya. Harapannya, setelah proses Verval ini selesai, fasilitas KDKMP dapat segera dioptimalkan sesuai peruntukannya dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Betro,” katanya.
Ia menambahkan, proses verifikasi secara langsung juga memiliki nilai strategis karena dapat menjadi sarana untuk menemukan apabila masih terdapat bagian yang membutuhkan penyempurnaan. “Dengan pemeriksaan bersama seperti ini, setiap unsur dapat melihat kondisi di lapangan secara langsung. Apabila ditemukan hal yang masih perlu diperbaiki atau dilengkapi, tentu dapat menjadi bahan evaluasi dan tindak lanjut sehingga hasil pembangunan benar-benar memenuhi standar yang diharapkan,” tuturnya.
Lebih lanjut, Wahyu menilai kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu kunci dalam menjaga kualitas pelaksanaan program di tingkat desa. Menurutnya, keterlibatan pemerintah daerah, unsur kewilayahan, serta pihak terkait lainnya dapat memperkuat pengawasan sekaligus membangun komunikasi yang efektif. “Sinergi harus terus dijaga, karena pembangunan yang baik bukan hanya dilihat dari cepatnya proses penyelesaian, tetapi juga dari kesesuaian, kualitas, fungsi, dan manfaatnya bagi masyarakat. Dengan koordinasi yang solid, setiap tahapan dapat dilaksanakan secara lebih terukur dan transparan,” ungkapnya.
Pelaksanaan Verval KDKMP Betro pada hari pertama berlangsung dalam suasana tertib dan kondusif. Tim gabungan melakukan pemeriksaan sesuai tugas dan bidang masing-masing, sementara unsur kewilayahan turut mendukung kelancaran kegiatan hingga seluruh rangkaian selesai.
Pendampingan tersebut sekaligus menjadi wujud kepedulian Babinsa dan jajaran Koramil 0816/18 Sedati terhadap berbagai program pembangunan di wilayah binaan. Keberadaan KDKMP diharapkan tidak sekadar menghadirkan bangunan baru, tetapi mampu menjadi sarana yang produktif untuk mengembangkan potensi ekonomi desa dan meningkatkan manfaat pelayanan bagi masyarakat.
Dengan terlaksananya verifikasi dan validasi secara menyeluruh, diharapkan KDKMP Desa Betro dapat segera dimanfaatkan secara optimal dan menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat di tingkat desa.
Tidak ada komentar