Menteri PPPA Bersama Forkopimda Sidoarjo Jenguk Santri Terdampak Keracunan di RSUD Notopuro

waktu baca 4 menit
Jumat, 4 Sep 2026 08:37 0 11 Mei Swandini

Indobangkit.com SIDOARJO – Kepedulian dan perhatian pemerintah terhadap kondisi para santri yang terdampak kejadian keracunan massal kembali ditunjukkan melalui kunjungan langsung jajaran pemerintah pusat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R.T. Notopuro, Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo, Jumat (04/09/2026).

Kunjungan kerja tersebut dilakukan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Ibu Arifatul Khoiri Fauzi bersama Wakil Menteri Agama Republik Indonesia Dr. K.H. Romo R. Muhammad Syafi’i, S.H., M.Hum., serta Tim Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan. Rombongan hadir untuk melihat secara langsung kondisi kesehatan para santri yang tengah mendapatkan perawatan setelah terdampak kejadian keracunan massal di Yayasan Ponpes Manbaul Hikam, khususnya santri MA/MTs Manbaul Hikam.

Kegiatan yang diikuti sekitar 50 orang tersebut menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap keselamatan, kesehatan, serta pemulihan para santri. Kehadiran jajaran pemerintah pusat bersama Forkopimda Sidoarjo juga menjadi wujud sinergi dalam memastikan penanganan terhadap para korban berjalan secara optimal.

Setibanya di RSUD R.T. Notopuro, rombongan Menteri PPPA, Wakil Menteri Agama dan Tim Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan disambut oleh Direktur beserta jajaran staf RSUD R.T. Notopuro Kabupaten Sidoarjo. Setelah penyambutan, rombongan kemudian melanjutkan agenda utama dengan mengunjungi langsung para santri yang sedang menjalani perawatan. Dalam kunjungan tersebut, perhatian tidak hanya diberikan terhadap kondisi kesehatan para pasien, tetapi juga menjadi momentum untuk memberikan dukungan moril kepada para santri dan keluarga yang mendampingi.

Kehadiran pejabat pemerintah di tengah situasi tersebut memberikan pesan bahwa penanganan kejadian keracunan tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga medis, tetapi membutuhkan kepedulian dan sinergi seluruh unsur, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, tenaga kesehatan maupun masyarakat. Kunjungan berlangsung dengan suasana penuh perhatian dan kepedulian. Pemerintah hadir untuk memastikan bahwa para santri memperoleh penanganan kesehatan yang sebaik-baiknya serta mendapatkan dukungan selama menjalani proses pemulihan.

Dandim 0816/Sidoarjo Letkol Inf Abraham Prihadi, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan bentuk perhatian dan kepedulian bersama terhadap para santri yang sedang menghadapi kondisi kesehatan akibat kejadian keracunan massal.

Menurutnya, kehadiran pemerintah pusat dan Forkopimda secara langsung di rumah sakit menunjukkan bahwa kondisi para santri menjadi perhatian serius dan mendapatkan penanganan secara bersama-sama. “Yang paling utama saat ini adalah memastikan para santri mendapatkan pelayanan kesehatan dan perawatan secara optimal. Kita semua tentu berharap kondisi mereka segera membaik dan dapat kembali beraktivitas bersama keluarga maupun di lingkungan pesantren,” ujar Letkol Inf Abraham Prihadi.

Ia menegaskan bahwa TNI bersama seluruh unsur terkait akan terus mendukung langkah-langkah penanganan yang dilakukan pemerintah daerah dan pihak rumah sakit. Menurutnya, koordinasi dan komunikasi antarpihak sangat diperlukan agar setiap perkembangan dapat ditindaklanjuti dengan cepat dan tepat. “Dalam situasi seperti ini, sinergi menjadi sangat penting. Kita tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Pemerintah, TNI-Polri, tenaga kesehatan, pihak pesantren dan seluruh unsur masyarakat harus saling mendukung agar penanganan dapat berjalan efektif dan memberikan rasa aman kepada para santri maupun keluarga,” jelasnya.

Dandim juga mengapresiasi perhatian pemerintah pusat yang hadir secara langsung untuk melihat kondisi para santri. Baginya, kunjungan tersebut bukan sekadar agenda kedinasan, tetapi juga menjadi bentuk empati dan dukungan moral kepada para korban serta keluarga. “Kehadiran para pejabat pemerintah di rumah sakit tentu memberikan semangat tersendiri bagi para santri dan keluarga. Ini menunjukkan bahwa mereka tidak sendiri. Ada banyak pihak yang peduli, memberikan perhatian dan bersama-sama mengawal proses penanganannya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Letkol Inf Abraham Prihadi mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta memberikan ruang kepada tenaga medis dan pihak berwenang untuk melaksanakan penanganan secara profesional. “Kita percayakan proses penanganan kepada tenaga kesehatan dan pihak-pihak yang berkompeten. Yang terpenting adalah menjaga ketenangan, memberikan dukungan kepada para korban, serta bersama-sama mendoakan agar seluruh santri yang terdampak segera diberikan kesembuhan,” pungkasnya.

Kunjungan tersebut sekaligus menegaskan komitmen bersama bahwa keselamatan dan kesehatan generasi muda, khususnya para santri, merupakan tanggung jawab yang harus dijaga secara kolektif. Dengan kepedulian, koordinasi dan kerja sama yang kuat, diharapkan seluruh santri terdampak dapat segera pulih dan kembali menjalani aktivitas seperti sediakala.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA