
Indobangkit.com Surabaya – Masa depan sebuah bangsa sering kali dibicarakan dalam ruang-ruang besar. Namun, sesungguhnya masa depan itu sedang tumbuh setiap hari di ruang kelas, melalui cara seorang pelajar belajar, bersikap, menghargai orang lain dan menentukan pilihan dalam hidupnya. Pesan itulah yang disampaikan Komandan Korem 084/Bhaskara Jaya, Brigjen TNI Kohir, saat memberikan wawasan kebangsaan kepada 239 siswa-siswi SMA Kartika IV Surabaya, Jumat (11/9/2026).
Didampingi Kasiintel Korem 084/BJ serta Ketua Yayasan Kartika Jaya Koordinator Korem 084 Cabang IV/Brawijaya, Ny. Nilam Kohir, Danrem mengajak para pelajar di Jalan Brawijaya No. 38 Surabaya tersebut untuk menjadikan tema “Refleksi Diri untuk Indonesia Jaya” bukan sekadar sebuah tema kegiatan, melainkan sebagai ajakan untuk berani bercermin dan bertanya kepada diri sendiri: sudah sejauh mana menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain dan bangsa.
Di hadapan ratusan pelajar, Brigjen TNI Kohir menekankan bahwa keberhasilan seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh nilai akademik maupun prestasi yang diraih. Ada hal yang jauh lebih mendasar, yakni karakter. Kejujuran, disiplin, tanggung jawab, keberanian mengakui kesalahan dan kemauan untuk terus belajar menjadi bekal yang akan menentukan bagaimana seorang anak muda menjalani masa depannya.
“Jangan takut melihat kekurangan dalam diri kita. Justru dengan mengenali kekurangan, kita mempunyai kesempatan untuk memperbaikinya. Jadikan setiap kesalahan sebagai pelajaran dan setiap keberhasilan sebagai motivasi untuk menjadi lebih baik,” pesan Danrem.
Menurutnya, wawasan kebangsaan juga bukan hanya tentang menghafal Pancasila, memahami sejarah atau mengetahui simbol-simbol negara. Nilai kebangsaan harus hidup dalam perilaku sehari-hari. Menghormati guru dan orang tua, menghargai perbedaan, menjaga persahabatan, tidak melakukan perundungan, bijak bermedia sosial serta mau membantu sesama merupakan bentuk sederhana dari kecintaan terhadap Indonesia.
Danrem juga mengingatkan para siswa bahwa generasi muda saat ini tumbuh di tengah perubahan yang sangat cepat. Teknologi memberikan banyak kemudahan, tetapi sekaligus menghadirkan tantangan. Informasi dapat menyebar dalam hitungan detik, sehingga kemampuan berpikir kritis dan menyaring informasi menjadi semakin penting. Ia mengajak para pelajar untuk tidak mudah terbawa arus, tetapi mampu menggunakan teknologi sebagai sarana untuk belajar, berkarya dan menebarkan hal-hal positif.
Brigjen TNI Kohir berharap pertemuan tersebut dapat menjadi momentum bagi para siswa untuk mulai membangun masa depan dari hal-hal kecil. “Saya berharap anak-anak sekalian tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, percaya diri, memiliki semangat persatuan dan tidak mudah menyerah. Jadilah generasi yang tidak hanya sukses untuk dirinya sendiri, tetapi juga mampu memberikan manfaat bagi keluarga, lingkungan dan bangsa,” harapnya.
Pada akhirnya, pesan Danrem membawa satu makna sederhana namun mendalam: Indonesia jaya tidak lahir secara tiba-tiba. Ia dibangun dari karakter manusia yang mau belajar, berani memperbaiki diri dan peduli terhadap sesama. Dan di antara ratusan pelajar yang duduk di ruang pembelajaran itu, ada masa depan Indonesia yang hari ini sedang belajar menemukan dirinya sendiri.
(Penrem 084/BJ)
Tidak ada komentar